Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 16 Okt 2020 10:40 WIB

TRAVEL NEWS

Kunci Kalahkan Corona Cuma Vaksin, tapi Singapura Tak Ragu Buka Perbatasan

Femi Diah
detikTravel
Bandara Udara Changi Singapura baru saja memperkenalkan Terminal dengan kubah kaca yang ikonik nan mewah dilengkapi fasilitas kelas dunia. Intip yuk!
Bandara Changi akan beroperasi lebih aktif lagi kendati vaksin virus Corona belum merata di seluruh dunia. (REUTERS/Feline Lim)
Singapura -

Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung berencana membuka perbatasan lebih lebar kendati vaksin virus Corona belum bisa diterima seluruh warga dunia. Dia yakin dengan langkah yang sudah ditempuh, COVID-19 bisa diredam.

Singapura pun bakal mengoperasikan Bandara Changi dengan lebih aktif lagi. Selain itu, pembangunan Terminal 5 bandara itu kembali dimulai.

Berkaca kepada awal pandemi COVID-19 di bulan Maret 2020, ekonomi Singapura babak belur. Sebab, untuk mengatasi penularan COVID-19, pemerintah menutup perbatasan dan menghentikan oeprasi Bandara Changi sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia.

Ong bilang waktu itu, mau tidak mau Singapura memang harus menerapkan kebijakan tersebut. Sebab, belum banyak informasi tentang virus Corona. Selain itu, saat itu tes swab kepada warga Singapura masih minim.

"Kembali pada bulan Maret, itu adalah pengorbanan yang sangat besar," kata Ong seperti dikutip flight global.

"Pilihannya adalah menutup perbatasan dan menderita konsekuensi ekonomi, atau Anda terbuka, tertular virus, dan masih memiliki konsekuensi ekonomi," dia menambahkan.

Pada Maret, Singapura hanya bisa melakukan 2.000 tes setiap hari. Itu sebagian besar dilakukan di rumah sakit atau untuk kasus akut.

Kini, Singapura belum pulih betul, tetapi tidak babak belur. Singapura boleh dibilang mampu mengontrol penularan virus Corona dengan melakukan tes dalam jangkauan yang lebih luas. Yakni, dari 30.000 tes setiap hari, naik menjadi 40.000 di bulan November.

"Proporsi (pengujian) yang baik akan didedikasikan untuk penggunaan bandara, dan bandara akan mendirikan lab pengujian khusus," kata Ong.

"Dengan ini kita dapat mencapai keseimbangan yang lebih baik antara perjalanan dan pengendalian epidemi," dia menambahkan.

Dia mengakui bahwa pandemi virus Corona menjadi tantangan berat bagi Singapore Airlines dan Bandara Changi.

Ong juga meninjau ulang keputusan untuk menghentikan pembangunan Terminal 5 Bandara Changi yang direncanakan selama dua tahun. Ong mengatakan rencana tersebut telah "berubah total".

Ke depan, Singapura membuka perbatasan secara bertahap dan membuka perlintasan udara ke negara-negara tujuan utama.

"Kami tidak bisa menunggu sampai vaksin terjadi," katanya.

Dia menambahkan bahwa vaksin yang tersedia secara luas itu penting. Tapi, kesediaan vaksin Corona diprediksi terjadi dalam satu tahun hingga 18 bulan ke depan.

"Ketika ada vaksin dan tersedia secara luas di seluruh dunia dan orang-orang mendapatkan kepercayaan diri untuk melakukan perjalanan lagi dan mengunjungi negara lain, maka kami akan memiliki penerbangan hampir sepenuhnya berdiri lagi," kata Ong.

"Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Saya tidak dapat melakukannya. Itu masih misteri. Saya akan mengatakan setidaknya beberapa tahun," ujar Ong.



Simak Video "Tujuan Bandara Changi Luncurkan ‘'Changi Rewards Travel’'"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA