Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Okt 2020 07:12 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Lampu Lalu Lintas Corona untuk Wisatawan di Eropa

Putu Intan
detikTravel
Ilustrasi Lampu Traffic Light (Lampu Merah)
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Eropa menerapkan sistem pencegahan Corona dengan memasang lampu lalu lintas khusus. Setiap warna lampu mengindikasikan kondisi pandemi di suatu daerah.

Warna yang digunakan adalah hijau, kuning, dan merah. Warna-warna ini disusun berdasarkan level risikonya. Selain ketiga warna itu, ada juga warna abu-abu yang berarti data belum cukup untuk menunjukkan level keparahan Corona.

Penentuan warna dilakukan berdasarkan penghitungan laporan Corona baru per 100.000 penduduk dalam 14 hari dan tingkat tes Corona yang positif.

Warna hijau berarti jumlah kasus baru yang ditemukan kurang dari 25 kasus per 100.000 penduduk dan yang dites positif di bawah 4 persen.

Warna kuning atau oranye menunjukkan terdapat 50 kasus infeksi baru per 100.000 penduduk dan yang dites positif di atas 4 persen. Atau terdapat 25-150 insiden sementara yang menunjukkan hasil positif di bawah 4 persen.

Warna merah merupakan daerah yang memiliki lebih dari 50 kasus baru per 100.000 penduduk dan hasil tes positif di atas 4 persen. Atau jumlah kasus lebih dari 150 per 100.000 penduduk dalam 14 hari.

Informasi itu dikumpulkan dan diperbarui oleh Pusat Pengendalian Penyakit Eropa di Stockholm setiap Jumat. Nantinya, mereka akan mempublikasikan peta Eropa yang sudah ditandai warna sesuai data yang mereka kumpulkan melalui situs khusus.

Selain itu, situs itu juga memberikan gambaran umum tentang aturan perjalanan untuk 27 negara anggota Uni Eropa. Orang-orang dapat mengaksesnya mulai pekan depan.

Sejauh ini, setiap negara anggota Uni Eropa telah menentukan zona risiko sesuai dengan kebijakannya sendiri. Namun hal itu justru membuat wisatawan atau pebisnis melakukan perjalanan ke sebuah negara karena perbedaan kondisi.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, "sulit untuk mengetahui ke mana Anda bisa bepergian, aturan apa yang perlu Anda ikuti ketika Anda sampai di sana, dan aturan apa yang berlaku saat Anda pulang," katanya seperti dituliskan DW News.

"Kami harus mengoordinasikan langkah-langkah ini untuk membuat hidup lebih mudah bagi orang Eropa," ujarnya.

Dengan menggunakan sistem ini, wisatawan yang berasal dari zona merah dan abu-abu wajib menunjukkan hasil negatif tes Corona. Mereka juga harus menjalani karantina di negara tujuan.

Sementara bagi yang berasal dari zona hijau dan oranye dapat bebas dari karantina. Hanya saja yang berasal dari zona oranye diimbau menunjukkan hasil negatif dari tes Corona.



Simak Video "Karantina Dicabut, Museum Tertua di Rusia Kembali Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA