Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Okt 2020 20:17 WIB

TRAVEL NEWS

Candi Borobudur Ajak Warga Jepang Tur Virtual

Eko Susanto
detikTravel
Candi Borobudur
Candi Borobudur bidik wisatawan Jepang lewat tur virtual. (Eko Susanto/detikTravel)
Magelang -

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) membidik wisatawan Jepang. Caranya, mengadakan tur virtual Candi Borobudur.

Virtual tur tersebut merupakan kerja sama KBRI Tokyo dengan PT TWC serta Balai Konservasi Borobudur. Untuk tur virtual tersebut telah berlangsung, Sabtu (17/10).

Virtual tur ini disiarkan langsung melalui aplikasi akun Instagram yang ditonton sekitar 2.700 netizen. Juga sepuluh warga Jepang dari kantor KBRI Jepang. Mereka dapat langsung berinteraksi dengan pemandu wisata yang berada langsung di Candi Borobudur.

Direktur Teknik dan Infrastruktur PT TWC (Persero), Mardijono Nugroho, mengatakan virtual tur tersebut merupakan peluang kerja sama untuk wisatawan antara Jepang dengan Indonesia khususnya di Candi Borobudur. Selain itu, untuk mengobati rasa rindu berwisata yang belum bisa dilakukan turis mancanegara di tengah pandemi Corona.

"Ya itu merupakan peluang kita kerja sama untuk wisatawan nanti yang terintegrasi antara di Jepang dengan di Indonesia khususnya Candi Borobudur. Karena kita kan world heritage, diharapkan dengan sinergi itu kita akan memberikan nilai tambah twin destination antara Jepang maupun Candi Borobudur," katanya saat ditemui di Candi Borobudur, Rabu (21/10/2020).

"Ya sebelum mereka bisa datang kawasan wisata. Dengan itu, kita akan merangsang, mengharapkan para siapapun bisa datang ke kawasan Candi Borobudur bahwa kawasan candi sudah menerapkan protokol COVID-19. Kawasan candi terbuka, saya kira lebih safe, lebih aman, tidak di dalam gedung, nggak berkerumun, jadi ya kira-kira lebih aman dibandingkan dengan destinasi kayak yang tertutup," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT TWC Edy Setijono mengatakan pariwisata menjadi salah satu industri yang bisa cepat pulih. Itu didorong oleh masa karantina yang menyebabkan gerak wisata menjadi terhambat. Untuk itu, upaya promosi harus gencar dilakukan untuk menangkap peluang recovery ini.

"Langkah-langkah terobosan perlu dilakukan terutama di platform media sosial. Konten publikasi perlu digencarkan agar atraktif dan efektif. Kita juga harus membangun kepercayaan wisatawan untuk berkunjung. Hal ini menjadi prioritas utama," kata Edy.

"Kami tekankan kepada mereka bahwa destinasi ini, Candi Borobudur, adalah destinasi yang aman dikunjungi. Itu fokus utama kita. Selanjutnya, bagaimana mengomunikasikannya kepada publik," dia menambahkan.



Simak Video "Antisipasi Erupsi Merapi, Stupa Candi Borobudur Ditutup Terpaulin"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA