Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Okt 2020 21:40 WIB

TRAVEL NEWS

Letak Geografis Negara ASEAN dan Perbatasannya Lengkap

Puti Yasmin
detikTravel
Peta Langka Asia dan Tasmania Berusia Hampir 400 Tahun Direhabilitasi di Universitas Melbourne
Foto: Australia Plus ABC/Ilustrasi Letak Geografis Negara ASEAN dan Perbatasannya Lengkap
Jakarta -

ASEAN merupakan organisasi internasional yang menaungi negara di kawasan Asia Tenggara. Kawasan ini kondang dengan bentang alam yang sangat menawan. Letak geografis ASEAN berada di antara dua samudra, yakni Hindia dan Pasifik serta dua benua, yakni Asia dan Australia.

Ada 10 negara yang masuk sebagai anggota ASEAN, yakni Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Timor Leste meskipun berada dalam kawasan Asia Tenggara belum menjadi anggota organisasi ini.

Seperti diketahui ASEAN berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand lewat Deklarasi Bangkok. ASEAN dibentuk oleh lima negara, yakni Indonesia, Filipina, Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Awalnya ASEAN untuk menggalang kerja sama antarnegara anggota dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, mendorong perdamaian dan stabilitas wilayah, serta membentuk kerja sama dalam berbagai bidang kepentingan bersama.

Berikut letak geografis negara ASEAN:

1. Letak Koordinat ASEAN dan Batas Negara

ASEAN terletak di 28°LU-11°LS dan 93°BT-141°BT. Dengan letak tersebut, batas sebelah Utara adalah China, Selatan dengan Australia, Timur dengan Papua Nugini, dan Barat dengan Bangladesh dan India.

2. Sumber Daya Alam

Berkat letak geografis negara ASEAN, sumber daya alam di wilayah ini beranekaragam. Misalnya, untuk fauna terdapat gajah, badak, harimau, hingga kera berjambul.

Kemudian, dari alam kawasan ini dianugerahi dengan kandungan potensi tambang yang besar, seperti minyak bumi. Adapun, beberapa negara yang memiliki tambang tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Brunei Darussalam.

Selain minyak bumi, ada juga pertambangan nikel, batu barat, bauksit, tembaga, hingga gas alam.

3. Iklim Negara ASEAN

Letak geografis negara ASEAN menyebabkan di kawasan ini sebagian besar memiliki iklim tropis sehingga hanya ada dua musim di wilayah ini, yakni kemarau dan penghujan.

Musim penghujan terjadi pada periode Oktober hingga Februari. Saat itu posisi matahari berada di langit belahan bumi selatan. Kondisi tersebut mengakibatkan belahan bumi selatan, khususnya Australia, lebih banyak memperoleh panas matahari daripada benua Asia dan tekanan udaranya rendah.

Dampaknya angin bergerak dari benua Asia ke Australia. Angin dari benua Asia akan berbelok saat melintasi Khatulistiwa. Proses ini menyebabkan kemunculan angin monsun barat.

Angin ini melewati Samudera Pasifik, Samudera Indonesia dan Laut Cina Selatan membawa banyak uap air. Pergerakan angin monsun barat ke negara kawasan ASEAN menyebabkan curah hujan tinggi terutama di wilayah barat. Sebaliknya terjadi saat musim kemarau.



Simak Video "Jokowi Hadiri KTT ke-37 ASEAN Secara Virtual"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA