Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Okt 2020 20:02 WIB

TRAVEL NEWS

Ketimbang Penumpang, Garuda Kebanjiran Pesanan Ikan dan Bawang

CNBC Indonesia
detikTravel
Calon penumpang dengan menerapkan jaga jarak bersiap menaiki pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (10/7/2020. Pada masa tatanan normal baru lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mulai meningkat pada bulan ini. Periode 1-5 Juli 2020, rata-rata penerbangan sebanyak 355 penerbangan per hari, naik dibandingkan pada 1-30 Juni 2020 rata-rata 243 penerbangan per hari.
Ilustrasi layanan kargo (dok. AP II)
Jakarta -

Di tengah pandemi, pihak maskapai Garuda Indonesia kian gencar melayani pesanan kargo. Jauh lebih menjanjikan ketimbang sepi penumpang.

PT Garuda Indonesia (Persero) mengakui bahwa penerbangan penumpang masih sepi. Kendati begitu, pesanan kargo justru membeludak bahkan melebihi capaian sebelum ada pandemi COVID-19.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, pihaknya memang terus berupaya lebih aktif menggenjot bisnis pengiriman kargo. Upaya akselerasi ini menurut dia sangat dimungkinkan saat ini karena Garuda sudah punya jalur ke hampir semua kota besar yang selama ini dilayani.

"Kita buka juga beberapa rute langsung di Bandung-Medan maupun Bandung-Denpasar dan Manado-Makassar. Tetapi juga kita membuka 2 penerbangan khusus untuk ekspor. Pertama dari Manado ke Narita Tokyo Jepang. Yang kedua dari Makassar ke Singapura," kata Irfan seperti dilansir detikTravel dari CNBC Indonesia, Selasa (27/10/20).

Belakangan, ia juga rajin berkomunikasi dengan sejumlah kepala daerah. Terakhir, ia berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan Maluku untuk melihat potensi apakah bisa menjalankan penerbangan langsung dari kota-kota seperti Ambon maupun Denpasar langsung ke negara tujuan ekspor.

"Dan ini kami khususkan memang kompetitif produk-produk perikanan dan sebagian komoditi lainnya. Jadi kayak seperti di Manado kami berhasil mengirim hampir 20 ton setiap minggu dan ada waktu di mana ada ekspor sebesar 1,5 ton hanya bawang merah ke Jepang," bebernya.

Dia mengakui bahwa pendapatan dari kargo tidak sebanding porsinya jika disejajarkan dengan pendapatan penumpang. Kendati begitu, saat ini porsi yang didapat dari kargo lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

"Tentu saja kargo ini mengambil porsi yang tidak terlalu banyak dibandingkan dengan penumpang. Tapi sebelumnya itu kita di tahun-tahun sebelumnya itu kontribusi kita dari kargo itu sangat minim, di bawah 10%. kali ini kami menyaksikan dan ada di hari-hari tertentu sudah bisa mencapai 20% dari total revenue per hari ini," ucapnya.

Dari sisi tonase, saat ini jumlahnya juga sudah lebih besar meski jumlah penerbangan Garuda Indonesia saat ini hanya 40%. Artinya, capaian ini lebih baik jika dibandingkan kondisi normal pada 2019 dengan traffic penerbangan penumpang sangat intensif.

"Jadi dari sisi jumlah tonase yang kita kirim maupun revenue yang kita peroleh itu menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu," katanya.



Simak Video "Melihat Penampakan Pesawat Garuda Indonesia Kenakan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA