Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 03 Nov 2020 13:05 WIB

TRAVEL NEWS

Setelah 1 Abad, Bunglon Langka Madagaskar Kembali Ditemukan

Bunglon Voelzkow
Bunglon Voelzkow jantan (AP)
Madagaskar -

Ilmuwan menemukan bunglon Voelzkow setelah lebih dari satu abad di habitatnya, barat laut Madagaskar. Reptil yang satu ini termasuk hewan yang sulit ditemukan.

Dikutip dari CNN oleh detikcom, Selasa (3/11/2020), peneliti dari Jerman dan Madagaskar mengumumkan dalam sebuah makalah penelitian bahwa beberapa spesimen hidup dari reptil terlihat selama ekspedisi.

"Planet kita mungkin menghadapi awal dari kepunahan besar spesies yang sering disebut sebagai 'kepunahan massal keenam', kepunahan Holosen', atau kepunahan Antroposen," tulis para peneliti.



Bunglon Voeltzkow sebelumnya sulit ditemukan, karena umurnya yang sangat pendek. Melansir dari CBC News, hewan ini bahkan hanya bisa bertahan selama beberapa bulan saja pada musim hujan, menetas dari telur, tumbuh dengan cepat, berdebat dengan saingan, kawin dan kemudian mati.

"Penemuan kembali spesies yang hilang sangat penting karena menyediakan data penting untuk langkah-langkah konservasi dan juga membawa harapan di tengah krisis keanekaragaman hayati," tulis para peneliti.

Para peneliti menuturkan pula bahwa betina dari spesies ini, yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya menampilkan warna yang sangat berwarna-warni selama hamil, saat bertemu jantan dan pada saat stres.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan jurnal Salamandra, tim yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Koleksi Sejarah Alam Batavia ZSM mengatakan bahwa analisis genetik menunjukkan bahwa spesoes tersebut berkaitan erat dengan bunglon Labord.

Bunglon ini hidup di sepanjang Pantai Katsepy dan Soalala, serta Antrema, kawasan lindung di Madagaskar yang terpuruk akibat penebangan dan kebakaran. Ini pun menyebabkan risiko yang buruk bagi hewan-hewan yang hidup di sana.

Kini para ahli masih berusaha mempelajari lebih lanjut tentang spesies bunglon tersebut, termasuk status konservasi, riwayat hidup dan morfologi genitalnya.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA