Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 07 Nov 2020 20:53 WIB

TRAVEL NEWS

Hari Wayang Sedunia Dirayakan dengan Spesial di Candi Borobudur

Eko Susanto
detikTravel
Perayaan Hari Wayang Sedunia di Candi Borobudur, Sabtu (7/11/2020).
Perayaan Hari Wayang Sedunia di Candi Borobudur, Sabtu (7/11/2020). (Eko Susanto/detikTravel)
Jakarta -

Puluhan orang mengarak wayang kulit mengelilingi Candi Borobudur. Sebagai perayaan Hari Wayang Sedunia dan Hari Wayang Nasional.

Arak-arakan tersebut dimulai dari Kantor Balai Konservasi Borobudur (BKB) menuju pelantaran Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Puluhan orang itu berjalan sambil membawa tokoh wayang kulit.

Sesampainya di pelataran Candi Borobudur, mereka mengelilingi candi satu putaran. Kemudian, mereka melakukan meditasi di pelataran Candi Borobudur, serta mendoakan almarhum dalang milenial Ki Seno Nugroho.

"World Wayang Way artinya merupakan way kan jalan, jadi laku jalan. Sebuah laku wayang semesta. Sebenarnya, kita sendiri yang menjadi dalang, kita sendiri yang mendalangi ini semuanya," kata Eko Sunyoto, inisiator World Wayang Way, saat ditemui di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2020).

World Wayang Way itu memasuki tahun ketiga. Kali ini, temanya 'Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani'.

"Teman ini semacam menghayati adanya pandemi, menghayati karya yang utama, karya sing cetho. Kita mengembalikan nilai-nilai luhur daripada apa yang telah diberikan oleh orang-orang tua kita. Nusantara ini sebenarnya kaya akan khazanah, keanekaragaman dan kebhinekaan. Jadi, bersandar dari itu, World Wayang Way pada tahun ini ketiga kami laksanakan walaupun dengan tetap protokol kesehatan," tuturnya.

Laku wayang itu biasanya diikuti 324 orang, namun karena pandemi COVID-19 peserta dibatasi hanya 50 orang.

"Kami betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Jadi kegiatan tetap berlangsung, tapi diselenggarakan dengan cara berbeda. Yang seharusnya ikut arak-arakan di laku wayang ada 324, akhirnya kami hanya 50 orang. Untuk 50 orang ini dengan membawa 50 jenis tokoh wayang," kata dia.

"Kali ini kami juga kehilangan seorang dalang milenial yang sangat bisa menaungi semuanya dari generasi yang milenial sampai orang tua, yaitu almarhum kasuwarganipun Ki Seno Nugroho. Di Hari Wayang Dunia ini dan Hari Wayang Nasional, kami laku wayang meditasi di pelataran Candi Borobudur berdoa untuk almarhum dalang Ki Seno Nugroho," ujar Eko.

Dia berharap kegiatan itu bisa membuat peserta betul-betul mendapatkan pengalaman cara membuat, pewarnaannya, hingga bagaimana memegang wayang yang benar, bukan sekadar melihat.

"Jadi, kemarin kami workshop wayang, membuat wayang, pewarnaan di wayang, kemudian akan merasakan bagaimana wayang yang sebenarnya. Pengenalan kepada anak-anak, harapannya nanti World Wayang Way bisa menjadi pilot project sebuah pengenalan wayang kepada generasi milenial," ujar dia.



Simak Video "Pasca Erupsi Merapi, Terpal Penutup Borobudur Dibuka Kembali"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA