Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 13 Nov 2020 10:03 WIB

TRAVEL NEWS

Luhut: Bangkitkan Pariwisata, K/L Tidak Boleh Jalan Sendiri, Harus Team Work

Bonauli
detikTravel
Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Lisye-detikcom)
Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Lisye-detikcom)
Labuan Bajo -

Simulasi pertama Kesehatan Keamanan dan Keselamatan Pariwisata telah dilakukan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa itu adalah hasil kerja sama tim.

"Tadi kita sudah lihat simulasi yang dipersiapkan secara matang. Sudah dilakukan teknikal program, beberapa kali. Kegiatan ini mengkolaborasikan 23 KL (Kementerian dan Lembaga) yang menurut saya baik sekali," ujar Luhut dalam acara simulasi Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan yang dilakukan di Labuan Bajo.

Luhut mengatakan bahwa simulasi ini merupakan ujicoba sebuah sistem terpadu yang menjadi cikal bakal SOP (Standar bidang kesehatan, keamanan dan keselamatan destinasi pariwisata Indonesia.

"Saya pikir Presiden sudah memberikan arahan pada kita supaya kita semua kerja terintegrasi dan memperbaikinya pun secara terintegrasi tidak boleh ada orang, KL atau instansi yang punya langkah sendiri-sendiri," jelasnya.

Menurut Luhut, teamwork adalah kunci dari keberhasilan dari simulasi ini. Hal ini dicontohkan dengan pemindahan pelabuhan yang dilakukan di Labuan Bajo.

"Misalnya tadi Menteri Perhubungan melaporkan mengenai pemindahan pelabuhan. Semua yang mendukung pelabuhan itu harus juga pindah, tidak bisa mengatakan tidak bisa, karena kalau tidak bisa berarti timpang, ini salah satu contoh. Karena teamwork kunci untuk kita bisa selesai," ungkapnya.

Simulasi ini memang baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sudah menyinggung di awal acara bahwa simulasi ini penting agar membuat wisatawan merasa nyaman saat liburan.

Ada 3 skenario yang akan diberikan yaitu penanganan bencana alam, penanganan serangan jantung serta penanganan kecelakaan kapal, kapal terbakar dan kapal tenggelam.

"Saya senang sekali dengan simulasi yang dilakukan, siapa berbuat apa dan semua risikonya bisa dihitung. Don't take any risk, kalau bisa small risk. karena saya tidak mau ada fatality, karena keberanian yang tidak perlu," tegas Luhut.

Luhut minta agar simulasi ini dilakukan secara terus menerus untuk meminimalisir segala resiko. Training secara terpadu diharapkan untuk terus dilakukan, mengingat ini sangat penting di era baru di tengah pandemi.

"Simulasi ini perlu dilakukan di 4 destinasi super prioritas lainnya yang rawan bencana dan menyesuaikan karakteristik dari kebutuhan masing-masing daerah. Jadi mungkin nanti di sini juga sedikit beda dengan Mandalika, dan mungkin sedikit beda juga Gunung Merapi di Yogyakarta, maupun nanti di Danau Toba," katanya.

"Tidak ada satu pekerjaan yang kita boleh kerjakan sendiri, tidak ada yang boleh merasa bahwa dia yang terbaik, tapi dia harus tahu bahwa ini kerja tim dan ini sukses dari semua tim," pungkas Luhut.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA