Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 14 Nov 2020 05:23 WIB

TRAVEL NEWS

Cantik Karena Pohon Jacaranda, Warga Kota Sydney Malah Sebal

Bonauli
detikTravel
Jacaranda trees along the road in Melville. These purple and lilac trees are in bloom from spring to summer and seen throughout the suburbs of Johannesburg, South Africa
Pohon jacaranda di Australia (iStock)
Sydney -

Australia akan mengalami musim panas di akhir tahun. Tak seperti negara 4 musim di utara yang tertutup salju, kota-kota di Australia seperti Sydney akan penuh bunga.

Dilansir dari News Australia, salah satu kota yang jadi cantik adalah Sydney, tepatnya di Jalan Mc Dougall di Kirribilli, North Shore. Area ini dipenuhi dengan pohon jacaranda yang bermekaran.

Pohon jacaranda memang jadi ciri khas Australia. Tak sedikit turis yang datang ke sana hanya untuk berfoto dengan latar jacaranda.

Deretan pohon jacaranda yang mekar membuat jalanan mirip dengan terowongan berwarna ungu. Jadi cantik dan instagrammable, hal ini ternyata tak membuat warga yang berada di sana jadi senang.

Rupanya karena keindahannya, area ini jadi tenar di kalangan fotografer dan millennial. Saking populernya, seisi jalan di area ini penuh dengan wisatawan.

Letaknya yang strategis, dekat dengan pelabuhan membuat area ini yang paling banyak didatangi oleh wisatawan. Banyak pasangan yang menunggu untuk momen ini.

Mereka memilih pohon jacaranda sebagai latar dari foto prewedding. Hasilnya, seisi jalan penuh dengan orang dan kendaraan yang tak bisa lewat.

Untuk mendapatkan pose terbaik, para fotografer bisa berlutut sampai tengkurap di tengah jalan. Belum lagi millennial yang sibuk ambil foto untuk diunggah ke sosmed.

Hal ini tentu membuat warga geram. Mereka merasa sumpek dengan wisatawan yang bikin macet dan tidak tahu aturan.

"Saya tinggal di McDougall Street dan itu mengerikan. Ada kerumunan besar sepanjang akhir pekan, sampah berserakan di mana, klakson berbunyi bip, frustrasi, tidak ada tempat sampah tambahan dan perilaku tidak aman dari pengunjung dan pengendara bermotor," ujar seorang warga di laman Facebook.

Perburuan tempat Instagrammable ini juga terjadi di pedesaan. Banyak petani yang mengeluh karena kebunnya rusak oleh ulah wisatawan. Kebanyakan mereka masuk ke kebun tanpa izin dan berfoto dengan menginjak-injak bunga.

Hanya demi konten, para petani mengatakan bahwa mereka rela berkendara ke desa dengan waktu sekitar empat jam dari Sydney dan kembali lagi ke kota. Wah, konten sih boleh saja, tapi jangan sampai merugikan orang lain ya, traveler!

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA