Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 24 Nov 2020 16:49 WIB

TRAVEL NEWS

Libur Akhir Tahun Bakal Dipangkas, Hotel di Solo Yakin Okupansi Naik

Terletak di pinggiran Kota Solo, hanya serkitar 5-10 menit perjalanan dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Syariah Hotel Solo (SHS) layak untuk dijadikan lokasi menginap selama berlibur atau melakukan perjalanan bisnis ke Solo. Letaknya persis di sebelah barat Lorin Hotel dan Resort Solo, saudara tuanya. Tepatnya di Jalan Adi Sucipto No 47, Solo. Lokasinya asri, kanan dan kirinya masih alami dengan hamparan sawah menghijau.
Foto:Ilustrasi hotel di Solo (Istimewa/Muchus Budi Rahayu)
Solo -

Pemerintah berencana memangkas libur panjang akhir tahun 2020 untuk mengendalikan kasus COVID-19. Meski akan terdampak, para pengelola hotel di Solo tetap optimistis okupansi mereka akan meningkat pesat.

Namun Ketua Bidang Humas dan Promosi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Sistho A Sreshtho, mengaku masih akan menunggu kepastian dari pemerintah.

"Pasti akan berdampak ya. Tapi kita yakin okupansi akan tetap meningkat pesat. Dan tentunya kita menunggu kepastian dari pemerintah," kata Sistho saat dihubungi detikcom, Selasa (24/11/2020).

Saat ini hotel-hotel masih belum mendapatkan pesanan untuk libur Natal dan tahun baru. Sistho mengatakan memang pelanggan lebih banyak memesan hotel saat mendekati hari libur.

"Saat tidak pandemi pun biasanya pesanan baru masuk mendekati hari libur. Apalagi saat pandemi seperti ini, orang masih melihat-lihat dulu kondisinya, ada kebijakan yang berubah apa tidak," ujar dia.

Menilik pada libur panjang Oktober lalu, kata dia, kamar hotel di Solo bisa sampai penuh. Pesanan pun baru masuk sekitar dua hari sebelum liburan.

"Pada liburan Oktober kemarin okupansi rata-rata 90 persen, ada yang penuh. Itu menjadi okupansi terbesar selama pandemi. Itu pesanan baru masuk satu dua hari sebelumnya, bahkan hari H pun banyak yang baru booking," ujar dia.

Sistho mengatakan masih harus mencermati kebijakan yang akan diambil pemerintah. Kebijakan itu akan berpengaruh dengan strategi pemasaran hotel.

"Kita kan masih belum tahu dipangkasnya seperti apa. Itu nanti berpengaruh juga dengan strategi pricing kita," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan khusus terkait libur panjang akhir 2020. Jokowi meminta ada pengurangan hari libur pada akhir tahun ini.

"Yang berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama hari raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (23/11/2020).



Simak Video "Pemerintah Resmi Pangkas 3 Hari Libur Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA