Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Nov 2020 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Senangnya, Paus Biru yang Hampir Punah Terlihat Lagi

Bonauli
detikTravel
Paus biru muncul di Sidney, pernampakan yang sangat langka , ketiga kali dalam 100 tahun terakhir
Ilustrasi paus biru (BBC Magazine)
Georgia -

Paus biru Antartika dinyatakan sebagai hewan yang hampir punah. Tapi setelah sekian lama bersembunyi, akhirnya penampakan hewan ini kembali disaksikan.

Dilansir dari News Atlas, setelah hampir lebih dari 50 tahun tak nampak, akhirnya kemunculan paus biru Antartika terlihat di sekitar Pulau Georgia Selatan di Atlantik.

Pada abad ke-19 sampai ke-20, populasi paus biru hampir punah. Menurut catatan sejarah saat itu perburuan paus biru begitu marak.

Teknologi peluncuran uap senjata tombak memperparah perburuan paus biru. Saat itu dicatat ada sekitar 382.595 paus biru yang dibunuh oleh manusia.

Populasi paus biru terus menurun antara 10.000-25.000 ekor. Akhirnya, Komisi Perburuan Paus Internasional melarang adanya perburuan pada tahun 1967. Sampai-sampai hanya ada satu penampakan paus biru antara tahun 1998-2018.

Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Susannah Calderan dari Asosiasi Ilmu Kelautan Skotlandia (SAMS) akhirnya melakukan pencarian detail tentang penampakan paus biru. Sampai akhirnya dikumpulkan 58 penampakan paus biru.

Peneliti tak hanya mencari paus secara langsung tapi juga menggunakan perangkat pendengar akustik. Perangkat ini akan mendeteksi sinyal akustik dari panggilan paus dengan frekuensi rendah dari jarak jauh.

Ada pula laporan penampakan paus biru dari pelaut dan penumpang kapal wisata. Foto-foto tersebut dipelajari dan menghasilkan 41 foto paus biru di antara tahun 2011-2020. Meski begitu, tidak ada yang cocok dengan 417 paus biru dalam katalog fotografi paus biru Antartika.

"Absennya paus biru di Georgia Selatan dilihat menjadi contoh ikonik dari populasi yang dieksploitasi secara lokal di luar titik kemampuan mereka untuk dapat pulih," ujar Calderan.

Calderan masih optimis dengan adanya kehadiran paus biru yang terlihat di sekitar pulau baru-baru ini. Para peneliti terus melakukan pencarian dan pendataan akurat tentang jumlah paus biru.

"Tahun ini sangat menarik, dengan lebih banyak penampakan paus biru dari pada yang biasa kami harapkan. Kami tidak begitu tahu mengapa paus biru butuh waktu lama untuk kembali. Mungkin begitu banyak dari mereka yang terbunuh di Georgia Selatan sehingga ada hilangnya ingatan budaya dalam populasi bahwa daerah itu adalah tempat mencari makan," tutur Calderan.

(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA