Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 29 Nov 2020 08:11 WIB

TRAVEL NEWS

Islandia Cari Turis Tajir untuk WFH di Sana

Bonauli
detikTravel
Midnight Sun di Islandia
Islandia (Getty Images/iStockphoto/Leamus)
Jakarta -

Islandia tak jauh beda dengan negara lain yang hidup dari pariwisata. Era new normal ini, Islandia incar turis tajir untuk WFH di sana.

Dilansir dari CNN, sektor pariwisata menyumbang 42 persen untuk perekonomian Islandia. Sempat lockdown, Islandia sudah kehilangan turis sampai 79 persen.

Lockdown menjadi kesempatan buat Islandia untuk memperbaiki pariwisatanya. Untuk itu Islandia menggelontorkan dana hingga US$12 juta untuk memperbaiki jalan dan fasilitas di objek wisata agar dapat dinikmati turis di masa depan.

Kini, Islandia sudah siap menerima kedatangan turis kembali. Salah satu strategi dalam menggaet turis adalah program visa jangka panjang di luar wilayah Schengen Eropa.

Program ini mengizinkan warga negara lain, termasuk Amerika, untuk tinggal hingga enam bulan. Diberi nama program Work in Iceland, turis bisa WFH dari Islandia.

Meski menggiurkan, program ini memiliki syarat yang cukup panjang. Apalagi yang diincar adalah turis tajir.

"Untuk mendapatkan izin tinggal yang panjang, orang yang bersangkutan harus menunjukkan hubungan kerja dengan perusahaan asing (atau memverifikasi wirausaha di negara tempat mereka memiliki tempat tinggal permanen) dan memenuhi pendapatan dan persyaratan asuransi kesehatan."

Syarat jumlah pendapatan yang ditetapkan minimal 1 juta krona Islandia setiap bulan, yang setara dengan sekitar US$7.360 (sekitar Rp104 juta) per bulan atau US$88 ribu (sekitar Rp1,2 miliar) per tahun.

"Saya pikir idenya adalah untuk menarik profesional yang berpenghasilan tinggi dari Silicon Valley atau San Francisco untuk membelanjakan uang mereka di sini, bukan di sana," kata mantan anggota parlemen Asta Gudrun Helgadottir.

Alasan dipilihnya turis tajir yang sudah bekerja adalah menstimulasi kembali ekonomi dengan menyewa properti dan makan di restoran serta jalan-jalan di akhir pekan.

Kalau turis sudah punya pekerjaan maka mereka tidak akan mengambil jatah pekerjaan bagi orang Islandia. Belum lagi tingginya biaya hidup di sana.

Dengan populasi 361.313 pada 2019, menurut Bank Dunia, Islandia memiliki 5.277 kasus COVID-19 dan 26 kasus kematian, seperti yang dikutip dari data Johns Hopkins Coronavirus Resource Center.

(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA