Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 05 Des 2020 13:50 WIB

TRAVEL NEWS

Infrastruktur, Hambatan Pengembangan Pariwisata Rupat

Jalan di Rupat yang masih belum mulus.
Salah satu ruas jalan di Pulau Rupat yang masih memprihatinkan (Pradita Utama/detikTravel)
Bengkalis -

Rupat yang merupakan salah satu pulau terluar Provinsi Riau mulai menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan. Namun, infrastruktur jadi hambatan.

Sebagai salah satu pulau yang diproyeksikan untuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pengembangan pariwisata di Pulau Rupat masih terhalang oleh ketersediaan infrastruktur seperti jalan aspal.

Dalam ekspedisi Tapal Batas detikcom bersama BRI, detikTravel merasakan langsung lamanya durasi perjalanan dari Kecamatan Rupat menuju Rupat Utara yang ramai destinasi wisata. Dihitung-hitung, butuh waktu antara 2 hingga 3 jam perjalanan yang diakibatkan jalan rusak.

Jalan di Rupat yang masih belum mulus.Jalan di Rupat yang masih belum mulus (Pradita Utama/detikTravel)

Terkait hambatan infrastruktur itu, Pelaksana Jabatan (PJ) Bupati Bengkalis Syahrial Abdi ikut mengiyakan problematika tersebut. Walau telah berstatus sebagai KSPN dan KEK, Abdi masih menyebut kurangnya perhatian Pemerintah pusat akan Pulau Rupat.

"Idealnya ketika diangkat atau ditetapkan KSPN, semua infra jalan jembatan bangunan fasilitas pendidikan kesehatan atau akses-akses dan masyarakat bisa kita gunakan optimal melalui pembiayaan APBN layaknya Toba hari ini, Mandalika, bagaimana itu di-support sedemikian rupa," ujar Abdi pada detikTravel di Pekanbaru.

Di luar konteks pariwisata, lokasi Pulau Rupat yang berhadapan langsung dengan Malaysia dan dibatasi Selat Malaka dirasa Abdi perlu perhatian lebih.

"Rupat merupakan salah satu lokpri atau lokasi prioritas. Lokpri dalam konteks batas negara jadi prioritas untuk dibangun, karena merupakan pulau terluar, terdepan dan tertinggal. Makanya saya punya keyakinan ini yang harus kita dorong, bagaimana APBN bisa menyelesaikan permasalahan di sana," lanjutnya.

Sejumlah warga beraktivitas di kawasan Dermaga Batu Panjang, Rupat Selatan, Bengkalis, Riau, Rabu (18/11). Menurut keterangan warga, dermaga tersebut telah rusak sejak beberapa tahun terakhir karena kurangnya perawatan dan ketidakpedulian pemkab dan warga sekitar.Sejumlah warga beraktivitas di kawasan Dermaga Batu Panjang, Rupat Selatan, Bengkalis, Riau, Rabu (18/11). Menurut keterangan warga, dermaga tersebut telah rusak sejak beberapa tahun terakhir karena kurangnya perawatan dan ketidakpedulian pemkab dan warga sekitar (Pradita Utama/detikTravel)

Selain infrastruktur terkait jalan, Pulau Rupat juga punya potensi besar sekelas Batam. Di mana apabila dibuat dermaga sandar yang mumpuni, bisa membuat Rupat jadi tempat singgah baik kapal kargo hingga wisatawan.

"Lantas potensi perekonomian yang saya katakan tadi, ketika kita mampu menjadikan Rupat tempat persinggahan saja. Kalau pun tidak jadi destinasi wisata, kemudian kita tahu untuk kebutuhan logitik di Selat Malaka untuk kapal yang ke Malaysia Singapura saja," urai Abdi.

Apabila peluang itu bisa disambut dengan hadirnya infrastruktur berupa dermaga sandar, perekonomian Pulau Rupat bisa dijamin oleh Abdi akan menuju ke arah yang lebih baik.

"Idealnya jika kita mampu mengambil peluang untuk sandar dan labuh kemudian mengisi logitik kebutuhan air dan lain segala macamnya, ini merupakan potensi yang dapat kita ambil untuk ceruk pasar internasional. Kita berharap Rupat bisa jadi tempat untuk melakukan itu. Saya rasa Rupat akan melesat luar biasa," pungkasnya.

Selanjutnya: Perhatian Kadisparbudpora Bengkalis dan Sekretaris Camat Rupat Utara

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA