Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Des 2020 06:19 WIB

TRAVEL NEWS

Pandemi Begini, Pesawat yang Nganggur Disimpan di Mana?

Bonauli
detikTravel
Maskapai Jet Test and Transport
Ilustrasi Pesawat kosong (Jet Test and Transport)
Marana -

Karena pandemi pesawat jadi sepi. Sementara pesawat yang nganggur harus disimpan dan diperbaiki. Ada yang tahu di mana lokasinya?

Dilansir dari CNN, Minggu (6/12/2020) pembatasan perjalanan di seluruh dunia membuat maskapai rugi. Tak ada penumpang, pesawat pun tak bisa beroperasi.

Ternyata pesawat-pesawat yang tidak beroperasi alias nganggur akan diterbangkan ke fasilitas penyimpanan jangka panjang. Di sana, pesawat-pesawat akan dirawat meski tak digunakan.

Salah satu tempat penyimpanan, pemeliharaan dan reklamasi pesawat terbesar di dunia adalah Ascent Aviaton. Bertempat di Marana, Arizona, Amerika Serikat, pesawat-pesawat akan disimpan di tengah gurun.

Rupanya cuaca yang kering dan panas di area tersebut optimal untuk menjaga pesawat yang parkir. Di tengah pandemi, maskapai in membawa banyak pesawat dari enam benua untuk parkir di sana.

"Antara lima dan delapan pesawat per minggu tiba untuk penyimpanan tanpa ada yang berangkat," ujar Scott Butler, kepala komersial Ascent Aviation.

Hal ini membuat lahan penyimpanan semakin sempit. Sementara fasilitas penyimpanan sudah 75 persen penuh.

"Kami memiliki 1.200 hektar dan kami dapat muat 450 pesawat berbeda secara teori. Di Marana sudah terisi 350, 70 lainnya di Tuscon. Kemudian kami akan memulai mengisi di Roswell, New Meksiko tahun depan," jelasnya.

Padahal pada bulan Februari lalu, fasilitas penyimpanan jangka panjang ini hanya memiliki 100 pesawat saja. Teknisi yang tadinya cukup sekarang makin banyak kerjaan.

"Kami harus menambah staf sampai 30 persen, ini menambah banyak pekerjaan mekanik pesawat ke area dan industri," ungkapnya.

Adanya pandemi membuat fasilitas penyimpanan ini begitu ramai. Meski begitu mereka sedih karena bisnis perjalanan maskapai internasional harus terjun payung.

"Petugas operator kami menghabiskan tiga sampai empat jam setiap harinya untuk memperbaiki bagian yang sesuai dengan peraturan perbatasan negara, persyaratan dan peraturan lain yang berubah setiap harinya," katanya.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA