Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Des 2020 06:42 WIB

TRAVEL NEWS

Setelah 160 Tahun, Patung Kepala Kuda yang Dijarah Kembali ke Museum China

Beijing, China - December 10, 2015: Yuanmingyuan Ruins, previous Imperial Garden of Qing Dynasty, built in the 18th and early 19th century, ruined by British and French invaders in 1860.
Foto: Patung kepala kuda (VCG/Getty Images)
Jakarta -

Sebanyak 12 patung hewan dalam shio di penanggalan Tionghoa koleksi kerajaan Istana Kuno Musim Panas dijarah 160 tahun lalu. Patung kepala kuda kembali ke tempat semula.

Dikutip dari BBC News, sebanyak 12 patung kepala hewan perunggu dijarah dari Beijing saat pasukan Inggris dan Prancis menginvasi China selama Perang Candu kedua. Lebih dari separuh potongan telah ditemukan dan dikembalikan ke China. Salah satunya telah kembali ke rumahnya di Istana Kuno Musim Panas.

Patung kepala kuda itu disumbangkan oleh mendiang taipan kasino dari Makau, Stanley Ho. dia membeli artefak tersebut seharga USD 8,9 juta saat dilelang di Hong Kong pada 2007. Setelah itu, dia menyumbangkannya pada pemerintah China pada tahun 2019.

Setelah itu pemerintah China menghabiskan waktu satu tahun untuk merenovasi sebuah kuil di halaman Istana Kuno Musim Panas dan menjadikannya tempat pameran.

Beijing, China - December 10, 2015: Yuanmingyuan Ruins, previous Imperial Garden of Qing Dynasty, built in the 18th and early 19th century, ruined by British and French invaders in 1860.Istana Kuno Musim Panas Foto: (Getty Images)

"Ada konsensus internasional untuk mengembalikan peninggalan budaya yang hilang ke rumah asli mereka. Upaya China untuk membawa pulang pusaka dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan konsensus itu," kata He Yan dari Beijing Urban Planning Society kepada media China, Xinhua.

Melansir Antara, tahun ini merupakan peringatan 160 tahun penjarahan besar-besaran dan perusakan Istana Kuno Musim Panas atau Yuanmingyuan yang lokasinya bersebelahan dengan kompleks Tsinghua University di Distrik Haidian tersebut.

Menurut Kepala Badan Warisan Budaya Nasional China (NCHA), Liu Yuzhu, keberhasilan pengembalian peninggalan sejarah tersebut berkaitan erat dengan kerja keras pemerintah China dan mitranya dari Hong Kong dan Makau.

Selama bertahun-tahun, para kolektor seni dan perusahaan telah membeli karya-karya itu untuk dikembalikan ke China, namun lima patung lainnya belum diketahui keberadaannya.



Simak Video "Sensasi Berenang di Kolam Arus Sepanjang 575 Meter!"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA