Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Des 2020 08:41 WIB

TRAVEL NEWS

Tak Hanya di New York, 4 Singa di Kebun Binatang Barcelona Terinfeksi Corona

Singa positif Corona
Foto: Kiumbe, singa yang terinfeksi Corona di Kebun Binatang Barcelona (Kebun Binatang Barcelona)
Jakarta -

Tak hanya menyerang manusia, virus Corona juga menjangkiti singa-singa di Barcelona, Spanyol. Sebelumnya, kebun binatang di New York juga mengalami hal ini.

Dikutip dari Sky News, tiga singa betina berusia 16 tahun, Zala, Nima, Run Run dan satu jantan berusia empat tahun, Kiumbe, menunjukkan sedikit gejala dan dinyatakan positif virus Corona. Menurut El Pais Empat singa ini menderita gejala mirip flu yang sangat ringan dan tanda-tanda sulit bernapas. Mereka telah diberi obat anti radang.

Penjaga melakukan tes PCR pada singa dengan cara yang sama dengan manusia, karena mereka terbiasa bersentuhan dengan staf kebun binatang. Dua stafnya dinyatakan positif virus Corona pada bulan lalu.

"Kebun binatang telah menghubungi dan berkolaborasi dengan para ahli internasional, seperti layanan kedokteran hewan dari kebun binatang Bronx, satu-satunya yang mendokumentasikan kasus infeksi Sars-coV-2 pada singa," kata pihak kebun binatang dalam sebuah pernyataan

"Singa-singa tersebut diberi perawatan hewan untuk kondisi klinis yang ringan (mirip dengan kondisi flu yang ringan), melalui perawatan anti-inflamasi dan pemantauan ketat, dan hewan-hewan itu merespon dengan baik," dia menambahkan.

Kejadian semacam ini pernah dialami Kebun Binatang Bronx di New York. Sebanyak empat ekor harimau dan tiga singa dinyatakan positif Corona pada bulan April. Untungnya. kini ketujuh hewan tersebut sudah pulih.

Mengutip National Geographic saat pertama kali COVID-19 menyerang singa dan harimau, Kepala Ilmuwan dan Direktur Program di Panthera, John Goodrich, menuturkan kekhawatiran terhadap populasi singa dan harimau yang terinfeksi virus Corona.

"Kucing besar seperti harimau dan singa sudah menghadapi serangkaian ancaman bagi kelangsungan hidup mereka di alam liar," kata Goodrich.

"Jika COVID-19 menyebar ke populasi kucing besar liar dan menjadi penyebab kematian yang signifikan, virus tersebut dapat berkembang menjadi masalah yang cukup serius untuk masa depan spesies ini," dia menjelaskan.



Simak Video "Jepang Minta Penyelidikan Tambahan soal Asal Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA