Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Des 2020 12:38 WIB

TRAVEL NEWS

Cara Refund-Reschedule Tiket Garuda Indonesia Kalau Reaktif Rapid Test

pesawat garuda indonesia bermasker
Garuda Indonesia (Foto: Syanti/detikcom)
Jakarta -

Bagaimana nasib tiket pesawat Anda bila sudah terlanjur beli dan rapid test dinyatakan reaktif? Maskapai Garuda Indonesia memberi jawaban terkait masalah ini.

Diketahui bahwa rapid test diperlukan untuk keperluan terbang di dalam negeri, meski ada daerah yang menerapkan tes Swab yakni di Papua. Di masa pandemi Corona, Garuda Indonesia mewajibkan dokumen tes rapid atau SWAB yang berlaku 14 hari sebagai dokumen pelengkap utama.

Saat dihubungi, pihak Garuda Indonesia menyatakan tiket yang sudah dibeli bisa dikembalikan dalam bentuk uang atau penjadwalan ulang kalau traveler dinyatakan reaktif atau positif virus Corona. Namun, itu semua ada syarat yang harus dipenuhi.

"Bisa kok di-reschedule atau refund. Refundnya tapi ada ketentuannya ya," kata salah satu staff humas Garuda Indonesia, Kamis (10/12/2020).

Berikut ini aturan terkait dokumen rapid test maupun tes PCR/Swab dikutip dari situs resmi Garuda Indonesia.

Berdasarkan ketentuan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berikut adalah ketentuan masa berlaku Surat Kesehatan berdasarkan jenisnya

• Surat kesehatan dengan hasil tes Rapid non-reaktif berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan
• Surat kesehatan dengan hasil tes PCR/Swab negatif berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan
- Khusus untuk penerbangan Internasional masuk ke Indonesia (melalui Jakarta/Surabaya/Denpasar) hasil tes PCR/Swab berlaku 7 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan.

Ini adalah aturan reschedule, reroute hingga pembatalan tiket Garuda Indonesia:

Garuda Indonesia telah mengambil kebijakan terkait perubahan jadwal dan penggantian rute untuk seluruh penerbangan domestik maupun internasional (terkecuali Timur Tengah) termasuk penerbangan code-share dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Syarat

Penerbangan Domestik
- Dipesan (issued) setelah 31 Mei 2020 atau
- Dipesan (issued) sampai dengan 31 Mei 2020 dengan waktu perjalanan sesudah 30 Juni

Penerbangan Internasional:
- Dipesan (issued) setelah 23 April 2020 atau
- Dipesan (issued) sampai dengan 23 April 2020 dengan waktu perjalanan sesudah 31 Desember 2020

Penerbangan Menuju Kuala Lumpur, Malaysia:
- Dipesan (issued) setelah 05 September 2020 atau
- Dipesan (issued) sampai dengan 05 September dengan waktu perjalanan sesudah 31 Desember 2020

Ketentuan

- Perubahan jadwal, rute, ataupun pembatalan penerbangan dapat dilakukan dengan mengikuti peraturan tiket yang berlaku di mana dimungkinkan adanya biaya perubahan (changes fee), biaya pembatalan (refund fee), no show fee atau biaya lainnya

- Refund dimungkinkan dalam Travel Voucher setelah dipotong biaya pembatalan (refund fee) dan no show fee jika ada

Travel Voucher dapat ditukarkan dengan tiket Garuda Indonesia untuk perjalanan s/d 31 Desember 2021 atau produk Garuda Indonesia lainnya. Penukaran Travel Voucher dapat dilakukan di kantor penjualan Garuda Indonesia.

*Untuk penerbangan kombinasi domestik & internasional mengikuti persyaratan penerbangan internasional

Perubahan jadwal, perubahan rute dan refund dapat dilakukan melalui layanan Live Chat 24 jam Garuda Indonesia atau Call Center (+6221-2351 9999 and 0804 1 807 807).

Anda juga bisa melakukan proses refund tiket Anda menjadi travel voucher melalui link form online di sini.

"Kami saat ini menangani jumlah permintaan yang sangat tinggi dan berusaha untuk memprioritaskan reservasi dengan tanggal penerbangan yang paling dekat. Kami menghimbau para penumpang dengan tanggal keberangkatan dalam waktu 48 jam ke depan yang menghubungi kami melalui Live Chat 24 jam dan call center. Sementara untuk penerbangan dengan waktu di luar itu, mohon menghubungi kami melalui E-Mail (customer@garuda-indonesia.com)," kata Garuda Indonesia.



Simak Video "Terkuaknya Alat Rapid Test Ilegal di Jateng Beromzet Rp 2,8 M"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA