Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Des 2020 16:52 WIB

TRAVEL NEWS

13 Taman Hutan Raya di Surabaya Buka Jelang Libur Nataru

Femi Diah
detikTravel
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Taman Hutan Raya (Tahura) Balas Klumprik. Taman ini berada di Kecamatan Wiyung, Surabaya.
Taman Klumprik Surabaya (Deny Prastyo Utomo/detikTravel)
Surabaya -

Sekitar 13 Taman Hutan Raya (Tahura) di Kota Surabaya, Jawa Timur, dibuka menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Apa saja?

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang di Surabaya, Sabtu (12/12/2020), memastikan bahwa sebanyak 13 Tahura di berbagai titik di Surabaya sudah dibuka. Tentunya, kata dia, ketika para pengunjung masuk ke Tahura itu harus selalu menerapkan protokol kesehatan karena saat ini masih masa pandemi virus Corona.

"Seperti yang disampaikan Bu Wali Kota, Tahura ini bisa menjadi alternatif wisata saat libur Natal dan tahun baru," kata Herlambang seperti dikutip Antara.

Adapun hutan kota yang ada di Surabaya di antaranya Hutan Pakal, Hutan Mangrove Wonorejo, Hutan Warugunung, Hutan Kota Balas Klumprik, Hutan Lempung Perdana, Hutan Mangrove Gunung Anyar dan Hutan Bambu Keputih.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warga Surabaya memanfaatkan hutan kota untuk bermain dan belajar dari pada keluar kota selama libur Nataru 2021.

"Saya harap warga jangan liburan ke luar kota atau keluar negeri dulu selama pandemi, khusus tahun ini aja. Ini demi kebaikan bersama," katanya.

Untuk itu, pemkot Surabaya membuka hutan kota agar warganya berlibur. Meskipun mungkin tidak seperti yang dibayangkan liburan pada umumnya, akan tetapi minimal dapat mengisi waktu dan kegiatan selama liburan.

Wali Kota Risma juga telah meresmikan Taman Hutan Raya Balasklumprik di komplek kantor Kelurahan Balasklumprik, Kecamatan Wiyung, Surabaya.

Risma menjelaskan Tahura Balasklumprik itu luasnya sekitar 4 hektare dan penanamannya sudah dimulai sekitar Bulan Desember 2010. Kini, tanaman itu sudah tumbuh besar dan kawasan itu sudah berubah menjadi hutan, berbagai infrastruktur penunjang sudah jadi, sehingga ia berharap Tahura tersebut bisa menjadi tempat wisata sekaligus bisa meningkatkan pendapatan warga sekitar.

"Jadi, gerakan kita mengarah ke lingkungan karena kita mendapatkan oksigen dari tempat ini, sehingga nanti ini akan menjadi tempat wisata, dan sekaligus juga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar," kata Risma.

Adapun keunikan di Tahura Balasklumprik itu adalah spot sepeda air di bozem, ada area kemping untuk Pramuka, ada ternak bebek, dan juga kawasannya sudah berbentuk hutan tanaman dengan sekitar 200 jenis, mulai dari tanaman pelindung, buah-buahan hingga tanaman pangan.

Kawasan tersebut, kata dia, juga dilengkapi Sentra Wisata Kuliner, sehingga tidak perlu keluar Tahura untuk mencari makan dan minum.



Simak Video "Melihat Atraksi Gajah di Balai Konservasi Tahura, Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA