Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 14 Des 2020 18:12 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Istilah Dunia Ketiga yang Dilontarkan Turis Rusia di Bali

OXFORD, ENGLAND - AUGUST 25: A hand sanitising station stands next to books in the Radcliffe Camera at the Bodleian Libraries on August 25, 2020 in Oxford, England. The world famous libraries closed in mid-March due to the coronavirus pandemic. After putting in strict social distancing measures the Oxford University Libraries have partially opened for students and academics. A gradual reopening to the public, via online booking, begins on September 1.  (Photo by Christopher Furlong/Getty Images)
Ilustrasi (Getty Images/Christopher Furlong)
Karangasem -

Setelah videonya membuang motor di laut Bali viral, sang turis Rusia juga menyebut Indonesia negara dunia ketiga. Apa artinya?

Adalah Sergey Kosenko, sang pembuat video viral menjatuhkan motor ke laut Bali yang juga mengeluarkan celetukan itu. Setelah videonya viral, tak sedikit masyarakat Indonesia dan warganet yang melaporkan aksi tidak terpujinya itu.

Salah satunya datang dari politisi sekaligus perancang kenamaan asal Bali, Ni Luh Djelantik. Selain ikut mem-viralkan aksi Sergey, Ni Luh juga memposting ulang unggahan IG Story milik Sergey yang ditulis dalam bahasa Rusia usai kejadian itu.

[Gambas:Instagram]




Setelah disadur ke dalam bahasa Inggris, Sergey menulis kalau aksinya tersebut yang dilakukan di negara dunia ketiga tidak menjadi hal yang signifikan.

"Ini orang udahlah salah bikin content pake buang2 motor ke laut ye. Bukannya minta maaf yang bener malah ngatain Indonesia Third World Country," tulis Ni Luh dalam unggahannya.

Mungkin di antara traveler ada yang belum tahu terkait makna dunia ketiga yang dibahas dalam percakapan itu. Namun, istilah itu cukup sering digunakan dalam istilah politik.

Dihimpun detikTravel, Senin (14/12/2020), istilah dunia ketiga atau third world country pertama kali dicetuskan oleh antropolog dan sejarawan Prancis bernama Alfred Sauvy lewat kata Tiers Monde di majalah L'Observateur, 14 Agustus 1952.

"Dunia ketiga yang terabaikan, dieksploitasi, ditelantarkan seperti pilar ketiga (merujuk pada rakyat jelata Prancis kala itu) juga ingin makmur," ujar Alfred.

Pada masa Perang Dingin itu, istilah tersebut digunakan untuk menyebut negara-negara yang tidak memihak pada blok Soviet Komunis atau blok NATO Kapitalis.

Usai Perang Dingin, istilah dunia ketiga itu juga ikut mengalami pergeseran makna. Apabila istilah first world atau dunia pertama banyak digunakan ke negara dengan perekonomian maju seperti AS dan Eropa, maka istilah dunia ketiga digunakan untuk negara miskin atau negara berkembang yang kerap dieksploitasi dan hanya menjadi pasar. Di mana istilah ini digunakan Sergey untuk menyebut Indonesia.

Adapun terdapat sejumlah faktor yang menentukan status sebuah negara miskin atau berkembang. Contohnya seperti pendapatan perkapital yang rendah, tingginya jumlah impor ketimbang ekspor, jumlah pengangguran, tingkat korupsi, layanan kesehatan buruk, tingkat pendidikan rendah hingga jumlah pertambahan penduduk yang tinggi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat di Bali masih menyelidiki terkait video yang dibuat oleh Sergey dan kawan-kawan Rusianya tersebut.



Simak Video "Prosesi Ayunan, Tradisi yang Melambangkan Jalan Kehidupan, Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA