Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Des 2020 16:01 WIB

TRAVEL NEWS

Cara Pariwisata Sambas Bertahan di Tengah Pandemi

Syanti Mustika
detikTravel
Obyek wisata di kawasan perbatasan, Aruk, Indonesia-Sarawak, Malaysia memiliki potensi dan peluang yang besar dalam menarik minat kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara khususnya dari negara Sarawak, Malaysia.
Wisata Sambas Foto: Rengga Sancaya
Sambas -

Pariwisata salah satu sektor yang paling merasakan dampak pandemi Corona. Namun, di Kabupaten Sambas, mereka mampu bertahan dan punya cara.

Tapal Batas detikcom bekerjasama dengan BRI berkunjung ke perbatasan Indonesia dan Aruk menjadi salah satu tujuannya. Aruk merupakan wilayah yang berada di bawah administrasi Kabupaten Sambas.

Banyak potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Sambas untuk menambah keuangan daerah. Mereka pun saat ini punya dua lokasi prioritas untuk pengembangan wisata lebih lanjut.

"Saat ini kita punya dua lokasi prioritas untuk pariwisata di Kabupaten Sambas. Yaitu Kecamatan Paloh dan Kecamatan Sajingan Besar. Kecamatan Paloh kaya akan wisata pantai, kamu bisa temukan banyak pantai di sana. Teruntuk Kecamatan Paloh, yang menjadi unggulannya adalah Pantai Temajuk," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Sambas Agus Supardan, saat ditemui detikcom, 27 November lalu.

"Sedangkan Aruk dibangun sebagai pos lintas batas dengan konsep wisata juga. Di sana ada beberapa air terjun dan Goa Alam Santok," paparnya.

Traveler yang datang ke Aruk tidak perlu pusing dengan kekurangan uang tunai saat berwisata di sana. Di kawasan PLBN Aruk kamu bisa menjumpai ATM BRI. Jaraknya sekitar 4 Km dari pos perbatasan atau 6 menit berkendara. Lokasinya dekat dengan Puskesmas Sajingan Besar. Atau kamu bisa juga menggunakan jasa para agen BRILink yang tersebar di Aruk. Gampangnya datang saja ke toko kelontong di sana. Banyak kok yang dekat PLBN Aruk.

Agus Supardan,  Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten SambasAgus Supardan, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Sambas Foto: (Syanti/detikcom)

Agus juga memaparkan konsep pariwisata yang dia terapkan di Kabupaten Sambas. Di sana mereka menonjolkan pemberdayaan masyarakat.

"Adapun konsep yang kami bangun untuk Kabupaten Sambas, kami menonjolkan pemberdayaan masyarakat. Karena terkadang masyarakat sebagai objek kadang menjadi penonton saja. Kami tak ingin masyarakat menjadi penonton saja padahal mereka yang punya wilayah. Untuk itu kami bekerjasama dengan desa-desa setempat terutama Aruk dan Temajuk untuk membangun perekonomian yang diwadahi Bumdes. Nah di Bumdes ini ada nantinya ada kelompok sadar wisata (Pokdarwis)," jelas Agus.

Adanya pandemi Corona, Agus mengakui bahwa sektor wisata memang terganggu. Adanya penurunan dan berdampak bagi masyarakat yang mengelola wisata.

"Semenjak adanya pandemi, pos lintas batas Aruk pun ditutup. Tidak ada lagi wisatawan mancanegara yang datang ke Sambas," kata Agus.

PLBN ArukPLBN Aruk Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Walau perbatasan ditutup, ternyata itu tidak membuat Kabupaten Sambas terpuruk dari segi wisata. Mereka pun menggerakkan masyarakat lokal untuk berkunjung.

"Kami pun mengutamakan pariwisata daerah untuk masyarakat lokal. Artinya kita terus promosikan dengan bekerjasama lintas sektor dengan kabupaten dan provinsi untuk menginfokan wisata kita ini. Kita juga promosikan melalui media sosial. Kami prioritaskan saat ini untuk wisatawan daerah," jelasnya.

"Tentu juga hotel-hotel otomatis berkurang, namun kita di sini masih banyak berkonsep homestay. Ya walau kurang pengunjung, tapi mereka masih bisa berjalan. Sejauh ini belum ada yang mengajukan ke kami sampai tutup atau melakukan PHK, karena memang karyawan sistemnya kekeluargaan dan sementara satu atau 2 minggu mereka dirumahkan atas kesepakatan bersama," tuturnya.

---


detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Kisah Petani di Perbatasan Aruk yang Kini 'Merdeka'"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA