Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 17 Des 2020 07:42 WIB

TRAVEL NEWS

6 Negara Eropa yang Malah Lockdown Jelang Libur Akhir Tahun

Putu Intan
detikTravel
Pedestrians wearing protective face masks walk in a street of Bordeaux on October 29, 2020, as a new Covid-19 lockdown comes into effect at midnight. - French President announced on October 28 a new lockdown aimed at halting an alarming acceleration of Covid-19 cases, to take effect from October 29 night until
Suasana Prancis saat Corona. (Foto: AFP/PHILIPPE LOPEZ)
Jakarta -

Musim liburan tinggal menghitung hari namun pandemi COVID-19 masih belum usai. Sejumlah negara di Eropa akhirnya memutuskan untuk lockdown demi menekan penularan Corona saat libur akhir tahun.

Lockdown yang diberlakukan memang tidak secara total seperti ketika awal kasus Corona merebak di Eropa. Lockdown kali ini berupa pengetatan aturan saat libur Natal dan Tahun Baru.

Setidaknya ada enam negara yang memberlakukan lockdown ini.

Berikut daftar negara yang lockdown menjelang akhir tahun:

1. Prancis

Menara Eiffel hari ini, Kamis (25/6/2020) sudah kembali dibuka setelah mewabahnya virus Corona. Berikut foto-foto terkininya.Foto: Getty Images

Meskipun Prancis telah melonggarkan lockdown pada 15 Desember 2020, sejumlah aturan ketat masih diberlakukan di sana. Jelang Natal, pemerintah merekomendasikan pertemuan maksimal diikuti 6 orang dewasa.

"Kami tahu pertemuan pada saat liburan akan menimbulkan risiko Corona," kata Perdana Menteri Jean Castex.

"Untuk semua alasan ini kita perlu tetap waspada dan biarkan semua orang mendapat manfaat dari liburan, tetapi tanpa risiko memicu kebangkitan epidemi," katanya.

Sebelumnya, warga Prancis diminta untuk mengisi izin pengesahan sebelum mereka meninggalkan rumah. Izin tersebut berisi rute dan tujuan kepergian mereka. Namun kini aturan itu telah dicabut.

Sementara itu, aturan jam malam tetap diberlakukan dan penduduk harus tetap tinggal di rumah mulai pukul 8 malam hingga 6 pagi.

Mereka yang memiliki kepentingan mendesak dan keluar pada saat jam malam harus membawa izin pengesahan tadi. Jam malam ini akan dicabut pada 24 Desember namun tetap berlaku pada malam tahun baru 31 Desember 2020.

Bar dan restoran juga akan tetap ditutup saat perayaan Natal sampai 20 Januari 2021. Tempat hiburan lain seperti bioskop dan teater juga ditutup sampai 7 Januari 2021.

Sedangkan untuk resor ski baru diizinkan dibuka pada Januari tahun depan. Untuk perjalanan internasional dan domestik boleh dilakukan dengan memberlakukan protokol kesehatan ketat.

2. Jerman

Mayoritas Warga Jerman Dukung Pembatasan Corona, Tapi Tidak di Masa Natal Foto: DW (News)

Berbeda dengan Prancis, Jerman justru akan memberlakukan lockdown ketat. Kanselir Jerman, Angela Merkel mengumumkan bahwa Jerman akan melakukan lockdown menjelang Natal hingga 10 Januari 2021.

Sekolah, bisnis retail dan salon diperintahkan untuk ditutup. Restoran diperkenankan buka hanya untuk melayani take away dan tidak boleh makan dan minum di tempat.

Pertemuan dalam ruangan dibatasi untuk maksimal 5 orang dewasa. Satu-satunya pengecualian adalah pada saat Hari Natal di mana setiap rumah tangga dapat mengundang maksimal 4 orang.

Untuk Tahun Baru, Jerman melarang penjualan kembang api untuk mencegah perayaan Tahun Baru. Selain itu mereka juga melarang pertemuan publik di luar ruangan saat malam Tahun Baru.

Jerman juga meniadakan Nuremberg Christkindlesmarkt atau pasar Natal untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

3. Italia

Penggunaan sepeda-skuter listrik jadi upaya warga Italia untuk cegah virus Corona. Pasalnya, dua transportasi itu dianggap dapat bantu warga terapkan jaga jarak Foto: Getty Images/Emanuele Cremaschi

Beberapa wilayah di Italia tetap melakukan lockdown saat libur. Italia juga melarang perjalanan antar daerah pada 31 Desember 2020- 6 Januari 2021. Masyarakat juga tak diperkenankan mudik pada Hari Natal dan Tahun Baru.

Negara ini juga memberlakukan jam malam mulai pukul 10 malam sampai dengan 5 pagi. Pemerintah juga akan menyampaikan langkah-langkah yang lebih ketat minggu ini.

"Saya berharap tindakan lebih lanjut dapat diambil dalam waktu singkat untuk menghindari gelombang ketiga kasus Corona," kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA