Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 18 Des 2020 10:51 WIB

TRAVEL NEWS

Ini 6 Golongan Bebas Tes PCR Kalau ke Bali

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
Ilustrasi Bali (Foto: tiket.com)
Jakarta -

Pemerintah membagi lagi kebijakan wajib tes swab PCR ke Bali. Setidaknya, ada enam golongan atau penumpang yang tak perlu membawa berkas itu atau cukup rapid test saja.

Aturan ini tercantum dalam SE Gubernur Bali No.2021 Tahun 2020. Mengutip unggahan AP I, Jumat (18/12/2020), ada tiga poin utama dalam surat edaran itu.

Pertama adalah kebijakan tes swab PCR akan berlangsung dari tanggal 19 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021. Kedua, hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 7x24 jam sebelum keberangkatan.

Lalu, ketiga, ada enam golongan yang tak memerlukan surat uji tes swab PCR. Mereka adalah:

1. Anak umur 12 tahun ke bawah tidak perlu membawa hasil tes swab PCR, rapid antigen ataupun rapid antibodi
2. Crew aktif/EOB/FOO cukup menggunakan rapid antibodi
3. Penumpang transit
4. Penumpang yang pesawatnya divert ke Bandara DPS
5. Penumpang yang berasal dari daerah yang tidak memiliki fasilitas tes swab berbasis PCR (namun penumpang tersebut akan dilakukan tes rapid antigen pada saat kedatangan di Bali)
6. ASN, TNI, polisi yang mendapat perintah mendadak.

[Gambas:Instagram]


Sebelumnya, keputusan Bali yang tiba-tiba mengumumkan menerapkan sejumlah syarat bagi wisatawan dari luar Pulau Dewata tuai kritikan. Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (ASTINDO) Anton Sumarli bilang efek domino telah terasa.

Sejumlah syarat yang diterapkan oleh Bali untuk pelancong itu antara lain wisatawan wajib menunjukkan hasil rapid antigen bagi lewat jalur darat. Adapun bagi wisatawan dari bandara harus menujukkan hasil PCR. Aturan itu berlaku mulai 18 Desember 2020 atau tiga hari lagi.

Selain itu, Bali memberlakukan pelarangan perayaan malam tahun baru.

Setelah peraturan daerah itu diumumkan, terjadi gelombang penggantian jadwal (reschedule) hingga pembatalan (cancellation). Anton menyebut imbasnya akan terasa langsung kepada agen perjalanan (travel agent), restoran, hingga pemandu wisata (tour guide).

"Satu hari sejak keputusan tersebut, sudah terjadi gelombang pembatalan (perjalanan ke Bali). Efeknya besar sekali, seperti domino. Bukan cuma ke travel agent, tapi juga ke restoran, hotel, transportasi, hingga tour guide," kata Anton seperti dikutip dari Antara.

"Teman-teman yang mulanya senang karena ada pekerjaan lagi, mau tidak mau harus menghadapi cancellation seperti ini. Tak sedikit juga yang rugi karena ada cost yang sudah dideposit dan sebagainya, dan tidak bisa balik," dia menambahkan.



Simak Video "Berkeliling Menikmati Pesona Keindahan Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA