Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 18 Des 2020 11:45 WIB

TRAVEL NEWS

AirAsia Tawarkan Tes PCR, Harga di Bawah Banderol RS dan Klinik

Sejak akhir Maret, sebagian besar armada AirAsia Group yang berjumlah 282 pesawat telah terparkir di beberapa bandara di Asia. Di antara jumlah tersebut terdapat 28 unit pesawat yang terparkir di 4 lokasi di Indonesia sejak 1 April 2020 yaitu Jakarta, Denpasar, Medan, dan Surabaya.
Foto: AirAsia
Jakarta -

AirAsia Indonesia menggelar tes swab PCR terjangkau. Harga yang ditawarkan lebih rendah dari kebanyakan rumah sakit dan batas atas aturan resmi Kementerian Kesehatan RI, yakni hanya Rp 700 ribu.

Maskapai LCC ini benar-benar beda dari maskapai lain. AirAsia Indonesia tak ingin traveler yang terbang ke Bali terlalu terhimpit akan biaya tes swab PCR.

"Enggak perlu khawatir terbang ke Bali! Khusus bagi penumpang AirAsia, dapatkan tes PCR hanya dengan harga spesial Rp 700 ribu di klinik-klinik yang berpartisipasi," kata AirAsia Indonesia dalam unggahan Instagram resminya seperti dikutip detikTravel, Jumat (18/12/2020).

"Jangan lupa, kamu wajib melakukan tes PCR paling cepat H-7 sebelum keberangkatanmu, ya! Kunjungi https://air.asia/bgV2r untuk info lebih lanjut," imbuh maskapai asal Malaysia itu.

Harga tes PCR dan tes antigen

Sejauh ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk mengatur tarif layanan rapid tes antibodi dan swab PCR mandiri. Untuk rapid tes berbasis antibodi, Kemenkes menetapkan harga tertinggi yakni Rp 150 ribu.

Tarif batas tertinggi untuk swab PCR mandiri yang ditetapkan Kemenkes sebesar Rp 900 ribu. Keputusan ini diambil setelah banyak pihak mengusulkan pemerintah untuk menetapkan standar tarif karena harga swab mandiri selama ini terlalu mahal.

Untuk rapid tes antigen, pemerintah belum menetapkan tarif batas maksimalnya. Namun beberapa rumah sakit mematok harga kisaran Rp 200 ribu - Rp 600 ribu.

Saat diwawancarai, pihak layanan tes Soewarna Business Park di Bandara Soekarno Hatta berkisar Rp 200 ribu.

"Rp 200 ribu dengan hasil maksimal 1 jam," kata pengelola Soewarna, Rabu (16/12).

[Gambas:Instagram]

Masa berlaku tes rapid-PCR

Sesuai dengan SE Gugus Tugas No. 9/2020, penumpang diperbolehkan melakukan penerbangan selama membawa Surat Kesehatan dengan hasil tes bebas COVID-19 sesuai dengan ketentuan daerah tujuan.

Penumpang wajib menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif, atau surat uji rapid test dengan hasil non reaktif, yang berlaku 14 hari kerja pada saat keberangkatan.



Simak Video "Tes Corona Mahal, Ombudsman Duga Ada Pihak yang Manfaatkan Situasi"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA