Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Des 2020 13:43 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Fotografer Wisata yang Kembali Bertani Saat Pandemi

Bonauli
detikTravel
Fotografer Pura Tanah Lot
Fotografer di Pura Tanah Lot Bali (Bonauli/detikcom)

FOKUS BERITA

Road Trip Jakarta-Bali
Tabanan -

Fotografer di Pura Tanah Lot Bali banting setir beradaptasi dengan wisata yang sepi karena pandemi virus Corona. Mereka bertani.

Pura Tanah Lot menjadi ikon Bali. Untuk melihat geliat wisata di tengah pandemi ini, detikTravel melakukan Road Trip Jakarta-Bali menggunakan mobil hbyrid Toyota Corolla Cross.

Saat sampai di parkiran Pura Tanah Lot, Tabanan, suasana lengang. Parkiran kosong-melompong. Di sana hanya ada satu atau dua mobil yang parkir.

Memasuki lorong-lorong kedai suvenir, tidak ada pembeli. bahkan, kedai kosong tanpa penjaga.

Setelah sampai di spot ikonik bertuliskan TANAH LOT, sekumpulan fotografer dengan baju seragam berwarna putih duduk santai. Dengan ditemani polisi yang bertugas, mereka berteduh di bawah pohon.

Tanah Lot BaliFotografer Tanah Lot Bali Foto: Melissa Bonauli Panjaitan/detikcom

"Pura Tanah Lot tutup selama beberapa bulan. Baru sebulan lalu buka," tutur Nyoman, seorang fotografer wisata yang sudah 20 tahun mencari nafkah di Pura Tanah Lot Bali.

Nyoman bercerita bahwa selama pandemi mereka kembali menjadi petani. Karena sebelum jadi fotografer, pekerjaan dia memang petani.

"Dulu itu kalau dapat 10 lembar foto bilangnya belum dapat (masih belum laku). Tapi, sekarang dapat 10 lembar sudah bagus," ceritanya ringan.

Sebelum pandemi, wisatawan yang datang bisa mencapai 3-4 ribu orang per hari. Kalau akhir pekan, jumlah turis bisa tembus di angka 8 ribuan.

Fotografer Pura Tanah LotFotografer Pura Tanah Lot Foto: (Bonauli/detikcom).

Dengan tarif foto Rp 20.000 per lembar, para fotografer ini bisa hidup

"Paling hanya 1 lembar dari orang lokal, itu biar kami ada kerjaan saja," kata dia.

Kendati wisatawan sepi, namun fotografer tetap berusaha untuk menawarkan jasa. Sambil panas-panas, mereka menunjukkan beberapa hasil cetakan yang sudah jadi sebagai contoh.

entah tertarik atau iba, wisatawan setuju untuk menggunakan jasa fotografer wisata dan hanya mencetak satu lembar. Selebihnya, mereka meminta sang fotografer memotret lewat smartphone canggih mereka.

Fotografer Pura Tanah LotFotografer Pura Tanah Lot Foto: (Bonauli/detikcom)

"Harapannya wisatawan datang memperhatikan protokol kesehatan supaya kami tidak tertular. Kami juga berharap teman-teman dari luar kota datang liburan ke Bali," ujar Nyoman dalam senyum.

(bnl/fem)

FOKUS BERITA

Road Trip Jakarta-Bali
BERITA TERKAIT
BACA JUGA