Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Jan 2021 22:49 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Lonjakan COVID-19, Korsel Perketat Jaga Jarak di Bar dan Gereja

Femi Diah
detikTravel
Covid-19: Korsel dan sejumlah negara hadapi gelombang baru virus corona, bagaimana penanggulangannya?
Ilustrasi Korsel (BBC World)
Seoul -

Korea Selatan memperluas larangan berkumpul dan memperpanjang aturan jarak sosial di kafe, bar, dan gereja. Itu setelah terjadi lonjakan jumlah kasus virus Corona.

Dikutip dari Reuters, Senin (4/1/2021), lonjakan kasus itu terjadi di Seoul. Angkanya lebih besar dengan jumlah kasus harian meningkat kembali menjadi lebih dari 1.000 dalam empat hari terakhir.

Itu menunjukkan lebih dari 60% kasus berasal dari Seoul, provinsi Gyeonggi dan kota Incheon, dengan klaster wabah COVID-19 berpusat di sekitar panti jompo dan penjara.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan Korsel mengalami 1.020 kasus virus Corona baru pada Minggu tengah malam, sehingga total menjadi 64.264 infeksi, dengan 981 kematian, .

Seorang pejabat kesehatan Korea Selatan mengatakan bahwa gelombang ketiga COVID-19 baru-baru ini diatasi dengan peraturan baru. Di antaranya, aturan jarak sosial di Seoul dan sekitarnya diperpanjang. Itu termasuk pembatasan di gereja, restoran, kafe, resor ski, dan tempat lainnya.

Jaga jarak itu diterapkan dengan larangan berkumpul lebih dari empat orang dalam satu grup.

Perdana Menteri Korsel Chung Sye-kyun menyerukan upaya habis-habisan untuk mempersiapkan program vaksinasi negara.

"KDCA harus benar-benar siap untuk seluruh proses saat vaksin tiba, distribusi, penyimpanan, inokulasi dan tindak lanjut," kata Chung dalam pertemuan pemerintah.

Dia juga meminta kementerian kesehatan, keselamatan, dan transportasi terkait untuk membantu mempercepat proses agar tidak menghadapi masalah seperti yang terlihat di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.

Korea Selatan berencana untuk memulai vaksinasi pada bulan Februari, dengan petugas kesehatan dan orang-orang yang rentan di baris pertama, tetapi pemerintah dikritik karena dinilai lamban, mengingat vaksinasi sedang berlangsung di Amerika Serikat dan Uni Eropa.



Simak Video "Berdamai dengan Kakao M, Lagu K-Pop Bisa Didengar Lagi di Spotify"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA