Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Jan 2021 13:01 WIB

TRAVEL NEWS

Pantun dan Puisi tentang Virus Corona

Puti Yasmin
detikTravel
Dilansir Reuters, Senin (4/1/2021) Jepang mencatat rekor 4.520 kasus baru Corona pada 31 Desember dalam gelombang baru infeksi.
Foto: AP Photo/Pantun dan Puisi tentang Virus Corona
Jakarta -

Virus Corona telah menjadi pandemi dalam beberapa waktu terakhir ini dan mengubah pola hidup masyarakat. Hal ini jadi sumber inspirasi beberapa pantun serta puisi tentang virus Corona.

Kemunculan virus corona pertama kali terdeteksi di negara China pada awal Desember 2019. Dokter yang menangani para pasien COVID-19, yakni Dr Li Wenliang pun memberitahukan berita adanya virus misterius (corona) di media sosial.

Pada dasarnya coronavirus sudah ada sejak lama. Hanya saja, penyebaran tidak terjadi antar manusia melainkan ditemukan di hewan, seperti kucing, anjing, babi, sapi, kalkun, ayam, tikus, kelinci, dan kelelawar.

Pantun dan Puisi tentang Virus Corona:

  • 1. Pantun tentang virus corona dikutip dari buku 'KEHILANGAN' karya Zaniza

Sungguhlah kencang kuda berlari
Kuda berlari memakai pelana
Dokter bekerja korbankan diri
Demi menolong pasien Corona

Ikan teri besar kepala
Kepala dibuang menjadi sampah
Corona semakin merajalela
Mari berdiam diri di rumah

Naik ke puncak gunung dengan teman
Di gunung banyak tumbuh pohon Cendana
Kita hindari sementara berjabat tangan
Berjabat tangan membawa virus corona

Di Bengkulu ada bunga Raflesia
Bunga tumbuh di dalam hutan
Virus Corona melanda dunia
Mari hindari jaga kesehatan

Di muara Padang banyak buaya
Buaya timbul manusia lari
Virus Corona sungguh berbahaya
Mari bersama menjaga diri

Ikan asin ikan sepat
Ikan digoreng bersama ceker
Virus corona menyebar cepat
Mari biasakan memakai masker

  • 2. Puisi tentang Virus Corona karya JawaMadura dari buku 'Goresan Pena Guru Bahasa Kala Pandemi Korona'

Apa kabar anak-anakku
Sudahkah kalian belajar
Membaca tanda-tanda Kuasa-Nya
Belajarlah dari pandemi Virus Corona
Tentang menjaga kebersihan, mencuci tangan
Jaga kebugaran, jaga jarak dengan sesama
Sudahkah kau kerjakan tugas-tugasmu
Bersimpuh, rebah dalam alas sujud
Dalam bersyukur atas nikmat-Nya
Kau tetap semangat ya, Nak!
Belajar mandiri, tanpa guru
Kau tetap bersabar ya, Nak!
Corona merusak tatanan kehidupan
Covid-19 telah merampas hak-hakmu
Belajar, merajut harapan citamu
Menggantang asamu di sana
Anak-anak dambaan bangsa
Demi masa depanmu, kelak
Tuhan sedang menguji kita
Belajar bersabar, anakku!
Tuhan pasti menyayangi kita
Kau tercacat dalam lebar sejarah
Dengan tinta semangat perjuangan
Dalam sejarah pendidikan
Di negeri tercinta
Indonesia
Aamiin

  • 3. Puisi Tentang Virus Corona 'Kelas Maya' oleh Raudlatul Makiyah, S.Pd

Apitan ketakutan semakin mencekam
Menderu bersama derasnya kabar virus
Nan jauh sebelum rasa menggebu, riuh
Mengalir di tengah kabar si corona

Tak ada lagi sapa senyum muridku
Tak ada lagi spidol menggambar sketsa ilmu
Tak ada lagi bunyi sepatu meriuh di lapangan
Tak ada lagi sorak gemuruh di jam pulang

Semua semu, pun kelas hanya secuil
Maya, tak nyata dan pasti
Deretan gambar berbentuk kepala
Berjejer memenuhi layar laptop

Tak jarang pula blas tak berespon
Hanya jari bergerak mencari semangat juang
Kelas maya yang penuh teka-teki
Kelas maya, hanya kita yang tahu

Kelas maya tak bisa jadi patokan
Alifpun tak berdiri tegak
Menanggapi deretan kepala dalam zoom meeting
Pun kadang hilang tak bersisa

Selamat mencoba pantun dan puisi tentang virus corona!



Simak Video "Kasus Turun Namun Banyak Provinsi Belum Update Data Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA