Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Jan 2021 23:26 WIB

TRAVEL NEWS

'Wuhan Jadi Kota Teraman di Dunia Kini'

Femi Diah
detikTravel
Elderly people dance in a public area along the Yangtze River in Wuhan on January 11, 2021, as the city marks the first anniversary of when China confirmed its first death from the COVID-19 coronavirus. (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)
Warga Wuhan menari di tepi Sungai Yangtze (AFP/NICOLAS ASFOURI)
Wuhan -

Tahun lalu, China mengumumkan kematian pertama oleh virus Corona di Wuhan. Kini, 12 bulan sejak kasus itu, kota tersebut diklaim menjadi yang paling aman dari COVID-19.

Setahun lalu, dari Wuhan muncul kabar mengerikan dan memilukan. Foto-foto orang tumbang di pinggir jalan, antrean di rumah sakit.

Itu menjadi lanjutan adanya laporan kematian pria 61 tahun di pasar basah di Wuhan yang disebabkan oleh virus tidak dikenal.

Pemerintah Wuhan bertindak cepat dengan menerapkan lockdown.

Kini berjarak 12 bulan, Wuhan menandai hari itu dengan komuter yang beroperasi secara normal, pejalan kaki yang memenuhi trotoar, dan tepi danau. begitu pula dengan para pekerja dari kota-kota satleti, bebas keluar masuk Wuhan.

Wuhan juga telah mengizinkan ahli independen dari WHO untuk masuk ke wilayah mereka untuk menelusuri secara rinci peristiwa setahun lalu itu.

Ya, Wuhan telah bangkit kembali dan penduduknya menikmati kebebasan seperti yang sudah-sudah.

Elderly people dance in a public area along the Yangtze River in Wuhan on January 11, 2021, as the city marks the first anniversary of when China confirmed its first death from the COVID-19 coronavirus. (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)Warga Wuhan berjoget di tepi Sungai Yangtze pas setahun sejak kasus pertama COVID-19. (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP) Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI

"Wuhan adalah kota teraman di China sekarang, bahkan di seluruh dunia," kata Xiong Liansheng, 66 tahun, kepada AFP, (Selasa (12/1/2021).

"Kesadaran masyarakat Wuhan tentang pencegahan dan pengendalian epidemi sangat tinggi. Bahkan, cucu saya yang berusia dua tahun akan memakai masker saat keluar rumah," kata Xiong.

Pasangan lansia menari, beberapa memakai masker, tetapi tangan digenggam tanpa mengindahkan jarak sosial di taman di sebelah sungai Yangtze.

"Kebanyakan kasus di China diimpor dari luar negeri sekarang dan negara kami memiliki kontrol yang baik terhadapnya," kata Zhong, seorang wanita berusia 80 tahun, tanpa menyebutkan nama lengkapnya.

"Semua orang Wuhan merasa sangat aman di kota, dan kami datang ke sini dan menari dengan gembira setiap hari," dia menambahkan.

China telah menghadapi kritik di dalam dan luar negeri atas penanganan awal virus tersebut, termasuk upaya untuk membungkam pelapor dan kegagalan melaporkan kasus selama berhari-hari di awal Januari.

Dua minggu setelah mengonfirmasi kematian pertama, Wuhan dan provinsi sekitarnya diisolasi. Hingga saat ini China mengklaim mampu mengatasi infeksi ini, dengan menahan angka infeksi virus jenis baru itu pada 87 ribu kasus dan 4.634 kematian.

Tetapi baru-baru ini sebuah kluster baru muncul di provinsi Hebei dan Beijing. Itu kembali memicu lockdown terhadap beberapa area di dua wilayah itu kendati angka infeksi belum sebesar yang terjadi di negara-negara lain. Dilaporkan ada 103 infeksi baru pada hari Senin, angka tertinggi sejak Juli tahun lalu, paling banyak di provinsi Hebei utara.

Jaringan transportasi telah diputus dan sekolah ditutup dalam upaya untuk mencegah adanya klaster baru. Pemerintah China juga mengimbau agar warga tidak mudik saat tahun Baru Imlek.



Simak Video "Lab Wuhan Terus Dikaitkan dengan Asal Corona, Apa Kata Tim WHO?"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA