Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Jan 2021 20:40 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Keluarga Langka Tanpa Sidik Jari, Sulit Pergi ke Luar Negeri

Kisah keluarga tanpa sidik jari, kondisi genetik langka yang membuat mereka sulit masuk ke negara lain
Foto: Keluarga Apu Sarker terlahir tidak memiliki sidik jari (BBC Magazine)
Dhaka -

Inilah kisah keluarga Apu Sarker yang terlahir dengan kondisi genetik langka. Mereka tidak punya sidik jari, sehingga kesulitan saat akan pergi ke luar negeri.

Apu Sarker (22), memperlihatkan telapak tangannya. Semuanya tampak biasa saja pada awalnya, tapi ketika dilihat lagi dengan lebih dekat, Anda bisa melihat permukaan yang halus di ujung jarinya.

Apu terlahir dengan kondisi tidak memiliki sidik jari. Seluruh pria di keluarganya mengalami mutasi genetik yang super langka itu. Kondisi tanpa sidik jari yang dialami keluarga Sarker disebut dengan Adermatoglyphia.

Kondisi Adermatoglyphia diperkirakan hanya dialami oleh sejumlah kecil saja keluarga di seluruh dunia. Kondisi langka itu pertama kali dikenal di tahun 2007.

Saat itu, Peter Itin, seorang dokter kulit di Swiss, dihubungi oleh seorang perempuan yang menghadapi masalah ketika akan masuk ke AS. Wajah perempuan tadi cocok dengan foto di paspornya.

Kisah keluarga tanpa sidik jari, kondisi genetik langka yang membuat mereka sulit masuk ke negara lainKondisi genetik langka, terlahir tanpa sidik jari Foto: BBC

Namun petugas bea cukai tak dapat merekam sidik jari sedikit pun dari perempuan tersebut, karena memang dia tak memilikinya. Setelah diperiksa, Itin menemukan bahwa perempuan itu dan delapan anggota keluarganya, sama-sama memiliki kondisi yang unik: bantalan jari yang datar dan berkurangnya jumlah kelenjar keringat di tangan.

Profesor Itin pun melihat sekuens DNA dari 16 anggota keluarga perempuan tadi. Tujuh di antaranya memiliki sidik jari, sementara sembilan orang lainnya terlahir tanpa sidik jari.

Akhirnya pada tahun 2011, Tim Peneliti yang dipimpin Itin berhasil menemukan satu gen, yaitu SMARCAD1, yang bermutasi pada sembilan anggota keluarga perempuan yang tidak memiliki sidik jari tadi.

Para peneliti mengidentifikasi mutasi pada gen itulah yang menyebabkan seseorang bisa tidak memiliki sidik jari. Sebelumnya, nyaris tidak ada yang diketahui tentang gen tersebut pada saat itu.

Mutasi tersebut tampaknya tidak menyebabkan efek kesehatan yang buruk, selain dari efek hilangnya sidik jari pada telapak tangan. Dengan kondisinya tersebut, Apu Sarker jadi punya banyak masalah.

Pada masa kakeknya masih muda, tak memiliki sidik jari bukanlah masalah besar. Tapi di zaman sekarang, Apu memiliki banyak kesulitan.

"Saya pikir dia tak pernah menganggapnya sebagai suatu masalah," tutur Apu.

Selanjutnya ---->> Kesulitan Bikin Paspor dan SIM

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Kebakaran Besar Melanda Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA