Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 20 Jan 2021 18:03 WIB

TRAVEL NEWS

Taman Kontroversial Trump Segera Terwujud, Ada Patung Whitney sampai Elvis

Bonauli
detikTravel
Pidato perpisahan Trump: Kami telah melakukan sebagaimana yang harus kami lakukan saat menjabat
Donalt Trump (BBC World)
Washington -

Di akhir jabatannya sebagai presiden AS, Donald Trump melakukan pembangunan di Taman Pahlawan Amerika. Taman tersebut akan punya 250 patung artis terkenal.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, alasan dibangunnya patung-patung ini adalah tanda hormat Trump bagi orang-orang yang sudah berjasa untuk Amerika. Trump mengumumkan rencananya ini dalam kampanye pada musim panas 2020 lalu.

"Taman Nasional ini akan dibangun untuk mencerminkan kemegahan luar biasa dari keistimewaan abadi negara kita," tulis Trump dalam surat perintah tersebut.

"Taman ini akan berlokasi di mana warga, tua dan muda, dapat memperbarui visi mereka akan kehebatan dan menjawab tantangan yang saya berikan kepada semua rakyat Amerika dalam pidato pertama saya di Kongres, untuk yakin terhadap diri sendiri, percaya pada masa depan, dan percaya kembali kepada Amerika," ujar Trump.

Namun gagasan taman ini sudah menuai kontroversi sejak awal. Karena ternyata, Trump memasukkan nama-nama yang bukan warga Amerika. Sebut saja aktris asal Swedia, Ingrid Bergman. Ada pula sutradara berkebangsaan Inggris, Alfred Hitchcock.

"Taman ini akan berlokasi di mana warga, tua dan muda, dapat memperbarui visi mereka akan kehebatan dan menjawab tantangan yang saya berikan kepada semua rakyat Amerika dalam pidato pertama saya di Kongres, untuk yakin terhadap diri sendiri, percaya pada masa depan, dan percaya kembali kepada Amerika," tambahnya.

Dalam daftar tersebut, masuk musisi hebat lintas generasi seperti Aretha Franklin, Whitney Houston, Ray Charles, Miles Davis, Duke Ellington, Louis Armstrong, Johnny Cash, Nat King Cole, Billie Holiday, Elvis Presley, hingga Frank Sinatra.

Saat itu Trump menyatakan bahwa ia ingin menghormati orang-orang yang berjasa bagi Amerika, termasuk Frank Sinatra.

Tak lama setelah Trump membacakan pidato itu, sejumlah tokoh mulai bersuara, termasuk artis kawakan Mia Farrow.

"Sinatra pasti membenci Trump," kata Farrow melalui Twitter.

Twit itu langsung dibalas oleh putri Sinatra, Nancy, yang menuliskan, "Dia memang membenci Trump," tulisnya di akun Twitternya.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA