Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Jan 2021 06:43 WIB

TRAVEL NEWS

Turisnya Hobi Liburan ke Dubai, Kunjungan Wisatawan ke Israel Anjlok 81%

A man holds a sign showing Prime Minister Benjamin Netanyahu and his wife Sara during a protest against governments decision to close beaches during the three-week nationwide lockdown due to the coronavirus pandemic, in Tel Aviv, Israel, Saturday, Sept 19, 2020. Israel went back into a full lockdown on Friday to try to contain a coronavirus outbreak that has steadily worsened for months as its government has been plagued by indecision and infighting. Hebrew sighs reads
Foto: Ilustrasi turis Israel (AP/Oded Balilty)
Tel Aviv -

Di balik fenomena banyaknya turis Israel yang liburan ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), fenomena berkebalikan justru terjadi di Israel. Kunjungan turis yang masuk ke Israel turun sebesar 81% dari tahun sebelumnya.

Pandemi Corona jadi faktor utama turunnya kunjungan wisatawan tersebut. Dilansir detikTravel dari Jewish News, Kamis (21/1/2021), turunnya jumlah kunjungan turis tersebut mengakibatkan kerugian finansial yang teramat besar bagi Israel.

Kementerian Pariwisata Israel mencatat hanya ada 850 ribu wisatawan yang liburan ke Israel dari bulan Januari hingga Desember 2020. Angka sejumlah itu saja didapatkan dari periode sebelum pandemi Corona terjadi.

Penurunan tersebut tentu saja berimbas pada keuntungan dari para pelaku industri pariwisata di Israel. Biasanya mereka bisa menangguk untung sampai 10 Miliar Shekels dari wisatawan setiap tahunnya, namun berkurang sangat drastis di 2020.

Seperti kita tahu, Israel juga mengandalkan sektor pariwisata, terutama soal wisata religi. Jutaan wisatawan datang ke Israel setiap tahunnya untuk berziarah dan wisata religi ke beberapa situs bersejarah yang berada di negara itu.

Menteri Pariwisata Israel, Orit Farkash-Hacohen, mengatakan tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi para pelaku industri pariwisata. Farkash-Hacohen kini sedang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Israel untuk mencari solusi bagi industri pariwisata.

"Kami bekerja bersama dengan Menteri Kesehatan untuk mencari jalan keluar bagi industri pariwisata, di bawah prinsip siapapun yang terdampak paling parah akan jadi yang paling pertama buka sesaat setelah kita membuka lockdown," kata Farkash-Hacohen.

Kini wisata Israel sangat mengandalkan program vaksinasi yang massif di negaranya. Dengan ditemukannya vaksin Corona, diyakini memberi cahaya terang di masa yang sulit ini.

"Dunia tengah berhenti dan kita berada di mode bertahan hidup. Terima kasih kepada vaksin, kita mulai bisa melihat cahaya di penghujung hari. Kita berharap dalam beberapa bulan ke depan, kita akan melihat lagi arus turis masuk ke Israel, yang mana sangat penting bagi lapangan kerja dan mesin ekonomi yang penting bagi Israel," pungka Amir Halevi, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel.



Simak Video "Kapal Diserang Rudal, Israel Tuduh Iran"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA