Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 28 Jan 2021 15:40 WIB

TRAVEL NEWS

Selamat Datang Simba, Anak Singa di Kebun Binatang Singapura

Femi Diah
detikTravel
Simba, singa kecil di Kebun Binatang Singapura
Simba, singa hasil inseminasi buatan di Kebun Binatang Singapura. (tangkapan layar dari Suaka Margasatwa Singapura)
Jakarta -

Kebun Binatang Singapura kedatangan anak singa Istimewanya, anak singa itu hasil dari inseminasi buatan. Dia diberi nama Simba.

Mengutip AFP, Rabu (27/1/2021), Simba menjadi bayi singa pertama hasil inseminasi buatan di Kebun Binatang Singapura. Simba dihasilkan dari air mani singa Afrika yang sudah tua, Mafasa.

"Mufasa hidup sampai usia 20 tahun, tetapi tidak memiliki anakan singa satupun karena perilaku yang sangat agresif," begitulah keterangan Suaka Margasatwa Singapura.

"Tapi, gen Mafasa memiliki nilai tinggi dalam berkontribusi pada keragaman genetik dan berkelanjutan pada populasi singa Afrika di lembaga zoologi."

Air mani itu kemudian digunakan untuk membuahi induk Simba, Kayla. Kebun binatang Singapura menyebut Kayla merupakan kandidat ideal makanya dipilih sebagai induk dan berhasil.

[Gambas:Instagram]



Prosedur itu memang jarang dipakai. Kali pertama, inseminasi buatan dilakukan pada 2018 di Afrika Selatan dan menghasilkan dua anak singa.

Anak singa itu dinamai Simba dengan mengambil karakter utama dalam film Disney "The Lion King". Simba berarti singa dalam bahasa Swahili. Mafasa, singa jantan tua ayah Simba, juga mengambil nama dari film animasi yang sama.

Menurut keterangan kebun binatang, kondisi kesehatan Mafasa sudah memburuk saat prosedur inseminasi buatan itu dilakukan. Dia tidak berhasil bertahan hidup.

Simba lahir pada 23 Oktober dan kini usianya tiga bulan dan baru saja dipertemukan dengan induknya, Kayla. Dalam perawatan, Kayla dibantu oleh penjaga kebun binatang.

Kondisi Simba saat ini cukup sehat dan kepoan alias memiliki rasa ingn tahu yang tinggi terhadap apapun. begitu kata penjaganya. Simba cukup lincah. Makannya lahap dan senang bermain dengan bola.

"Itu sebuah keputusan yang sulit karena hewan dapat menolak anaknya setelah berpisah sementara waktu," kata Kughan Krishnan, kepala penjaga karnivora di Kebun Binatang Singapura, seperti dikutip NewchannelAsia.

"Syukurlah, Kayla menerima Simba. Itu mencerminkan kepercayaan yang dibangun dari waktu ke waktu antara singa betina dan tim perawatan hewannya, yang membantu mencapai hasil yang positif," dia menambahkan.

Di alam liar singa Afrika memiliki umur rata-rata 10-14 tahun. Singa Afrika masuk dalam daftar rentan alias terancam punah.



Simak Video "Batu Secret Zoo, Tempat Bermain Bayi Singa yang Menggemaskan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA