Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Feb 2021 07:12 WIB

TRAVEL NEWS

Beda Sendiri, Dua Maskapai Ini Tak Wajibkan Karyawannya Divaksinasi

Bonauli
detikTravel
Ilustrasi pesawat
Ilustrasi pesawat (iStock)
Washington -

Maskapai dunia mulai memikirkan vaksinasi untuk karyawan-karyawannya. Tadinya mau wajib vaksin, eh dua maskapai ini tiba-tiba mengundurkan diri.

Dilansir dari Simplyfying, CEO United Airlines, Scott Kirby, telah meminta maskapai-maskapai di Amerika Serikat untuk bergabung dalam kebijakan wajib vaksinasi karyawan.

Ajakan ini disambut baik oleh maskapai-maskapai lainnya, termasuk Delta Airlines dan Alaska Airlines. Tapi, dua maskapai itu malah membatalkannya.

"Baik Alaska maupun anak perusahaannya, Horizon tidak akan mewajibkan vaksinasi," ujar pernyataan Alaska Airlines.

Alaska akan sangat mendorong karyawannya untuk divaksinasi dan menyediakan akses yang mudah jika mereka mau. Namun kembali ke pasal satu, hal tersebut tidak diwajibkan.

Begitu pula dengan Delta Airlines, Ed Bastian yang menjawab sebagai CEO mengatakan hal yang senada. Dirinya akan mendapatkan akses prioritas bagi siapa pun yang ingin divaksinasi. Tapi kembali lagi, vaksin bukan kewajiban.

Sementara Kirby sendiri masih kukuh bahwa vaksin adalah jalan yang tepat. Dia mengklaim bahwa vaksin aman dan harus dilakukan.

"Hal terburuk yang pernah saya lakukan sepanjang karir adalah menuliskan surat kepada keluarga karyawan maskapai yang ditinggalkan karena terinfeksi Corona," ujarnya.

Terlepas dari pendapat bos-bos besar, sepertinya karyawan tak memiliki pilihan lain selain vaksin. Karena tak bisa disangkal, beberapa negara mulai mewajibkan vaksinasi untuk semua orang yang datang ke negaranya.

Apalagi pilot dan awak kabin akan terus terbang setiap waktu. Sehingga jika singgah, mau tak mau harus ada bukti dan sertifikat vaksin yang dimiliki oleh mereka.

Sementara itu, terkait paspor vaksin untuk pelancong sebagai syarat bepergian, WHO belum merekomendasikan hal itu untuk saat ini karena masih ada beberapa bukti yang belum diketahui terkait efikasi vaksin dalam mengurangi transmisi virus Corona.

(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA