Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Feb 2021 11:39 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Alfred Russell Wallace, Ilmuwan Pertama yang Sadari Uniknya Hewan Papua

Hari Suroto
detikTravel
Gerhana matahari total alfred russel wallace
Foto: Ilustrasi Wallace: Bagus Setyo Nugroho/detikcom
Manokwari -

Alfred Russel bisa dibilang sebagai ilmuwan pertama yang mendeteksi keunikan fauna Papua. Dia diketahui pernah melakukan penelitian di Manokwari, Papua.

Alfred Russel Wallace adalah seorang ilmuwan biologi dari Inggris. Dia pernah melakukan penelitian di Manokwari, Papua Barat. Ia datang dan membuat basecamp di Pulau Mansinam, Teluk Doreri, Manokwari pada 10 April 1858 atau sekitar 163 tahun yang lalu.

Wallace adalah sahabat baik Charles Darwin, sang penemu teori evolusi. Bersama Darwin, Wallace beberapa kali melakukan penelitian bersama terkait evolusi.

Dia juga yang menyodorkan teori evolusi melalui seleksi alam. Wallace menulis buku yang terkenal The Malay Archipelago (1890). Buku tersebut berisi hasil penelitiannya di beberapa wilayah Indonesia sejak 1854. Konon katanya, buku tersebut yang memotivasi Darwin untuk menerbitkan bukunya yang berjudul 'The Origin of Species'.

Wallace adalah ilmuwan pertama yang mendeteksi keunikan fauna Papua. Wallace menyadari bahwa ada perbedaan yang sangat mencolok antara fauna yang berada di Indonesia bagian barat dengan fauna yang berada di Papua.

Perbedaan yang paling krusial antar wilayah tersebut dimulai dari sebelah timur Bali dan Sulawesi, yang kemudian dianggap sebagai wilayah pembatas dan sekarang dikenal sebagai Garis Wallace.

Menurut Wallace, fauna Indonesia bagian barat mirip dengan fauna Asia daratan. Sedangkan di Papua, faunanya mirip dengan Australia.

Perbedaan yang paling penting antar fauna di kedua wilayah tersebut berkaitan dengan organ reproduksi mamalianya. Mamalia Papua memiliki kantung di perutnya.

Lihat juga video 'Noken Papua Tampil di Google Doodle':

[Gambas:Video 20detik]





---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.

(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA