Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 03 Feb 2021 18:10 WIB

TRAVEL NEWS

Ikuti Jateng di Rumah Saja, Candi Borobudur Tutup 2 Hari di Akhir Pekan

Eko Susanto
detikTravel
Candi Borobudur dan Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Emilia Eny Untari
Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Emilia Eny Untari (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Candi Borobudur akan tutup selama dua hari, tanggal 6 dan 7 Februari 2021. Penutupan selama dua hari tersebut untuk mendukung program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang 'Gerakan Jateng di Rumah Saja'.

Dalam SE Nomor: 443.5/0001933 tentang peningkatan kedisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II di Jawa Tengah. Adapun SE yang ditandatangani Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertanggal 2 Februari 2021.

Gerakan Jateng di Rumah Saja merupakan instruksi bersama seluruh komponen masyarakat di Jawa Tengah dalam rangka memutus transmisi dan menekan penyebaran COVID-19 dengan cara tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar lingkungan rumah. Gerakan ini akan dilaksanakan secara serentak.

"Di Borobudur, tentunya pasti kita akan mengikuti ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh Pak Gubernur Jawa Tengah. Selama dua hari dari tanggal 6-7 Februari akan ditutup destinasi kita," kata Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Emilia Eny Untari kepada wartawan di Candi Borobudur, Rabu (3/2/2021).

"Ditutup bukan berarti kita tutup begitu saja, tapi kita tetap menjalankan untuk pembersihan. Pembersihan semua fasilitas protokol kesehatan selama 2 hari supaya kondisi fasilitas yang ada di destinasi kita tetap terjaga dengan bagus dan 2 hari itu kita benar-benar tidak menerima kunjungan," imbuh dia.

Penutupan selama dua hari tersebut akan disampaikan kepada semua calon wisatawan yang menuju Candi Borobudur melalui media sosial yang ada.

Candi Borobudur dan Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Emilia Eny Untari


"Kami akan membuat pemberitahuan kepada semua calon wisatawan yang akan berkunjung di Candi Borobudur melalui sosial media," tuturnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa selama PPKM berlangsung ada dampak signifikan pada tingkat kunjungan. Meski demikian, PT TWC tetap mendukung pemerintah dalam menghentikan penyebaran COVID-19.

"Ya tentunya berdampak (kunjungan), tapi nggak masalah karena kita ikuti aturan yang ada, tidak hanya PPKM saja, selama pandemi ini target yang kita harapkan memang semua di bawah target," jelas Emilia.

Candi Borobudur dan Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Emilia Eny UntariCandi Borobudur (Foto: Eko Susanto/detikcom)

"Kita melihat kondisi sedang tidak bagus, kita tetap mendukung pemerintah untuk bagaimana bisa menghentikan penyebaran Covid-19 di semua wilayah baik di Jateng maupun di DIY," katanya.

Emilia menambahkan, selama pandemi berlangsung ini rekor terendah pengunjung di Candi Borobudur sehari pernah mencapai 200 orang.

"Iya 200 pengunjung ke Candi Borobudur. Ya terendah. Selama ini, kita kan nggak pernah karena ini memang masa pandemi, tambah ada PSBB atau PPKM ini. Ya tentunya semakin orang, semakin tidak banyak yang berkunjung karena mereka juga menjaga kondisi yang ada," ujarnya.



Simak Video "Roy Suryo Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Meme Stupa Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA