Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Feb 2021 08:45 WIB

TRAVEL NEWS

Pilot yang Kena PHK Tak Akan Bisa Langsung Kembali Terbang

Handsome male pilot and attractive female flight attendant are walking in airport terminal together.
Foto: Ilustrasi pilot (iStockphoto)
Jakarta -

Pilot yang kena PHK selama masa pandemi tidak akan bisa langsung kembali terbang. Mereka harus kembali menjalani pelatihan ulang untuk menerbangkan pesawat.

Banyak pilot kena PHK di masa pandemi COVID-19. Mereka banyak yang beralih profesi, tapi tetap menyimpan hasrat untuk menerbangkan pesawat di masa depan.

Namun kenyataannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mereka tidak bisa langsung kembali terbang. Sejumlah pendidikan dan pelatihan harus mereka jalani sebelum mulai lagi mengemudikan pesawat.

"Pelatihan tambahan, tergantung dari berapa lama mereka tidak terbang, akan dibutuhkan. Tidak ada namanya pendekatan langsung terbang untuk semuanya," ungkap Tanja Harter, Direktur Teknis European Cockpit Association (ECA) seperti dikutip detikTravel dari Euronews, Kamis (4/2/2021).

Untuk bisa jadi pilot penerbangan komersial, menurut Harter dibutuhkan pelatihan panjang selama 2 tahun dan biaya yang sangat besar tanpa ada jaminan mendapatkan pekerjaan.

"Pelatihan pilot biasanya butuh 2 tahun, dengan biaya sekitar 120 ribu euro (sekitar Rp 2 miliar) tanpa adanya jaminan akan mendapatkan pekerjaan, meski situasi sedang baik dan industri penerbangan sedang booming," jelasHarter.

Dengan fakta seperti itu, profesi pilot pun sudah kehilangan peminatnya sejak sebelum pandemi. Belum lagi soal jam kerja yang panjang dan tanggung jawab yang besar dipikul para pilot terkait keselamatan para penumpangnya.

Otjan de Bruijn, Presiden European Cockpit Association (ECA) menambahkan, dirinya pun khawatir karena ada banyak pilot yang kehilangan pekerjaan, sektor industri penerbangan akan kekurangan tenaga terlatih dengan skill menerbangkan pesawat.

"Mereka menghadapi masa pengangguran yang lama, dengan biaya yang tinggi untuk menjaga lisensi pilot dan kesehatan mereka tetap valid. Banyak pilot tidak akan sanggup untuk membiayai itu tanpa ada bantuan spesifik dari pemerintah. Pilot-pilot ini dalam risiko tinggi jadi pengangguran di masa depan," kata DeBruijn cemas.

"Tanpa ada bantuan yang spesifik dan jangka panjang untuk pekerja aviasi, Eropa akan berisiko kehilangan pekerja dengan skill tinggi (pilot) di akhir masa krisis," De Bruijn menambahkan.



Simak Video "Saksi Mata: Di Balik Fenomena Kematian 52 Paus Pilot di Bangkalan"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA