Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Feb 2021 17:30 WIB

TRAVEL NEWS

Jateng di Rumah Saja, Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Ditutup

Vandi Romadhon
detikTravel
Gunung Slamet.
Gunung Slamet (Vandi Romadhon/detikTravel)
Purbalingga -

Jalur pendakian Gunung Slamet Via Dusun Bambangan, Purbalingga, Jawa Tengah ditutup sementara. Hal itu mengacu gerakan 'Jateng di Rumah Saja' akhir pekan ini.

"Kita sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah, Sementara tanggal 6-7 Februari jalur ditutup," Kata Kepala Pos Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Saiful Amri kepada detikTravel melalui pesan singkat, Jumat (5/2/2021).

Selain itu ditutupnya jalur pendakian menurut Saiful merupakan keputusan dari KPH dalam rangka ikut mensukseskan tujuan gerakan yang dicanangkan Ganjar Pranowo.

"Ini sudah keputusan dari KPH, kita harus ikut membantu menekan laju penyebaran COVID-19," katanya.

Saiful mengimbau para calon pendaki yang sudah berencana mendaki akhir pekan ini untuk membatalkan perjalanan.

"Selain Bambangan, seluruh jalur yang berada di teritori Perhutani telah diperintahkan untuk tutup," ujarnya.

Jalur Bambangan menurutnya akan dibuka kembali pada hari Senin 8 Februari 2021.

Saat ini menurutnya masih ada beberapa pendaki di Gunung Slamet.

"Ada beberapa yang masih di atas itu berangkat kemarin, mulai besok tidak diperbolehkan lagi ada pendaki," pungkasnya.

Sebelumnya, gerakan 'Jateng di Rumah Saja' itu juga dipertegas lewat unggahan Ganjar via laman Instagram pribadinya yang diunggah hari Kamis (4/2).

"Saudara-saudaraku. Hanya 2 hari. Ya, Dua hari tanggal 6 & 7 Februari, saya minta panjenengan semua di rumah saja," tulisnya.

Dalam video berdurasi singkat yang diunggahnya, Ganjar meminta agar semua masyarakat di Jawa Tengah menahan diri untuk keluar rumah akhir pekan ini. Tepatnya selama dua hari, dari tanggal 6-7 Februari 2021.

"Tidak ada yang keluar di jalan. Jangan bepergian, jangan liburan, apalagi membuat kerumunan. Karena sudah terlalu banyak tenaga kesehatan yang meninggal, sudah terlalu banyak kiai, orang tua, guru, teman, tetangga dan saudara kita yang tiada. Maka empati ini kita tunjukkan dengan menahan diri 2 hari saja," tambahnya.



Simak Video "Sepinya Purbalingga Saat Pemberlakuan 'Jateng di Rumah Saja'"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA