Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Feb 2021 22:17 WIB

TRAVEL NEWS

Kembangkan Destinasi dan Pelayanan, Banyuwangi Tiru Azerbaijan dan Jepang

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid terkesan dengan sejumlah inovasi yang dilakukan Banyuwangi. Salah satunya Mal Pelayanan Publik (MPP) yang ia kunjungi.
Foto: Mal Pelayanan Publik Banyuwangi (Ardian Fanani)
Jakarta -

Banyuwangi terus mengembangkan sektor pariwisata yang dimiliki. Salah satunya dengan meniru inovasi dari destinasi luar negeri.

Kabupaten Banyuwangi telah memiliki kemajuan pembangunan, ragam destinasi alam dan budaya hingga kuliner. Transformasi ini pun menumbuhkan kepercayaan, optimisme dan kebanggan bagi warganya.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas menuturkan bahwa untuk membuat sesuatu yang menarik maka kita harus menciptakan bukan mengikuti pasar. Sehingga inovasi sangat dibutuhkan.

"Saya sering sampaikan kalau menciptakan lama maka kita bikin namanya ATM amati tiru dan modifikasi," kata Bupati Banyuwangi, Azwar Anas dalam Webinar Refleksi 10 Tahun Perjalanan Transformasi Banyuwangi, Senin (15/2/2021) .

Hal ini pun dibuktikan. Banyuwangi memiliki Mal Pelayanan Publik pertama di Indonesia. Pembangunan tersebut pun meniru pelayanan publik terbaik dunia yang berlokasi di Azerbaijan.

"Waktu itu saya dengan teman-teman misalnya, berangkat ke Azerbaijan. Ada pelayanan publik terbaik di dunia maka kita tiru. Caranya apa? kita tiru persis tapi di Banyuwangi tapi juga harus ada satu lagi momentum karena niru kalau kelamaan lewat, maka momentum harus kita percepat.

Anas menuturkan, dalam waktu kurang lebih lima hari mall pelayanan publik sudah diresmikan. Sehingga Kabupaten ini berhasil membangun mall pelayanan publik sebelum Jakarta.

"Kenapa kami percepat supaya apa? momentumnya. Karena kalau lewat sebulan, pertama DKI, kedua Surabaya maka Banyuwangi menjadi kabupaten pertama dan itu dicatat menjadi momentum," tambah Anas.

Selain Azerbaijan, Banyuwangi juga tengah melirik Desa Wisata Shirakawago di Jepang. Wisata ini bisa memperkenalkan titik sejarah desa yang bisa dipelajari turis yang datang.

"Kita ingin seperti kalau kita main ke desa wisata di Jepang namanya Shirakawago. Sekarang ada rute baru kalau orang ke Jepang tidak lagi ke kota-kota modern, tapi mereka ke kampung-kampung di mana asal muasal budaya Jepang dilahirkan," tambah Anas.



Simak Video "Uji Coba Pembukaan Wisata Banyuwangi: Maksimal Buka 5 Hari Seminggu"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA