Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Feb 2021 23:17 WIB

TRAVEL NEWS

Soal Tarif Gigi Hiu Lampung yang Mahal, Pengelola Beri Penjelasan

Pantai Gigi Hiu
Pantai Gigi Hiu Kelumbayan, Lampung (Teguh Tofik Hidayat/d'Traveler)
Tanggamus -

Sempat viral beberapa waktu lalu terkait tarif motret di Pantai Gigi Hiu Lampung yang dikritik fotografer. Pengelola pun beri penjelasan.

Nama PT Daanish Mika Salsa Tours & Travel selaku pengelola Pantai Gigi Hiu di Lampung mendapat sorotan usai tarif memotret yang mahal. Berawal dari tangkapan kamera fotografer asal Lampung bernama Indra Eka, viral tarif paket memotret yang cukup mahal di objek wisata Pantai Gigi Hiu, Kabupaten Tanggamus.

Dipotret oleh Indra pada hari Sabtu pekan lalu (30/1), tertulis tarif terbaru memotret di Pantai Gigi Hiu sebesar Rp 500 ribu untuk paket prewedding (1-8 orang), paket khusus fotografer Rp 250 ribu (1-5 orang) dan paket khusus videografer Rp 350 ribu (1-5 orang) di luar harga tiket masuk sebesar Rp 15 ribu per orang.

Harga tarif motret di Pantai Gigi Hiu, Lampung.Harga tarif motret di Pantai Gigi Hiu, Lampung (istimewa)

Semenjak viral, kasus itu telah sampai ke telinga Kadispar Tanggamus, Retno Noviana Damayanti. Dihubungi detikTravel via sambungan telepon, Selasa lalu (2/2), ia mengaku telah mendengar beritanya.

"Belum, kita dapat infonya baru. Gigi Hiu ini kan baru setahun ini dikelola PT DMS, dulunya kepemilikannya kan bukan punya Pak Gustam (owner PT DMS) ini. Setahun ini dia membeli lahan yang kebetulan melewati Gigi Hiu. Makanya kalau Gigi Hiunya kan punya Allah SWT. Akses jalan masuknya itu melewati lahan dia,"ujar Retno.

Belum lama berlalu, pemilik PT DMS yang bernama Agustam Syah memberikan klarifikasinya via sebuah video Youtube. Didampingi oleh Kadispar Retno, ia memberikan penjelasannya.

"Sebetulnya beberapa hari ini saya membaca semua sumber dan saya berbesar hati berpikiran positif terhadap apa yang dikeluhkan teman-teman fotografer itu terhadap kawasan wisata ini," ujarnya membuka video.

Dalam prosesnya, Agustam membangun tempat wisata itu dan mempekerjakan sekitar 9 orang warga lokal. Dari situ, Agustam mengatakan kalau ia telah mengikuti prosedur.

"Tentu saya dalam mengoperasikan ini butuh biaya yang tidak sedikit, lalu saya mulai pelajari peraturan daerah atau perundangan yang mengatur di tempat wisata. Di situ dijelaskan harga tiket masuk 10 ribu dengan tiket parkir Rp 15-25 ribu, tapi yang kita patok masih Rp 15 ribu," ujarnya.

Selanjutnya: Soal tarif memotret yang mahal di Pantai Gigi Hiu Lampung

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA