Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Feb 2021 07:43 WIB

TRAVEL NEWS

Maldives, Pemenang di Tengah Pandemi

Bonauli
detikTravel
Pulau Sultan di Maldives
Ilustrasi Maldives (CNN)
Male -

Katanya hanya dengan tenanglah kita bisa menguasai keadaan. Maldives membuktikan ketangguhannya dengan tetap rileks di tengah pandemi.

Banyak negara yang masih ragu untuk membuka pariwisata. Tak sedikit pula yang gonta-ganti strategi untuk menggaet dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Dari semua negara, Maldives termasuk yang konsisten dengan strateginya. Sejak pertama dibuka sejak lockdown pada 15 Juli, Maldives tetap teguh pada strateginya.

Melihat catatan ke belakang, negara kepulauan ini biasanya dikunjungi 1,7 juta turis per tahun. Kehilangan satu juta wisatawan tak membuat Maldives berkecil hati.

Dilansir dari CNN oleh detikTravel pada Sabtu 920/2/2021), Michigan State University mengatakan bahwa pariwisata Maldives menyumbang 28 persen dari PDB negaranya. Jumlah ini jadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Lantas mengapa Maldives bisa berbeda dari negara lain? Madives tahu betul keuntungan negaranya, kepulauan.

Negara di Samudera Hindia ini memiliki letak geografis yang cocok dengan protokol virus Corona. Banyak resor yang berada di pulau pribadi, sekitar seribu lebih. Bahkan, ada pulau buatan manusia yang bisa digunakan.

Ini membuat isolasi dan jarak sosial menjadi sangat mudah. Ini baru poin pertama, poin selanjutnya adalah melihat peluang.

Saingan abadi Maldives adalah Tahiti, Bali dan Phuket. Tiga destinasi ini ditutup untuk mencegah penularan skala besar di masa pandemi.

Maldives melihat ini sebagai sebagai peluang. Fakta bahwa mereka buka sementara yang lain tutup adalah jurus jitu menjadi magnet bagi mereka yang haus liburan.

Kemudian negara-negara lain ikut buka dengan berbagai syarat ketat. Sedangkan Maldives sempat membuka diri tanpa ada syarat pada bulan Juli. Kemudian sedikit diperketat dengan syarat hasil negatif tes PCR. Untuk resor super mewah, ada fasilitas tambahan sebagai tambahan.

Ya, karena kemudahan yang ditawarkan ada banyak turis yang tanpa pikir panjang melarikan diri ke Maldives. Hasilnya, tahun 2020 Maldives berhasil menuai sekitar 500 ribu wisatawan.

"Keuntungan terbesar kami adalah fitur geografis yang unik. Kami juga mempromosikan destinasi itu sebagai tempat berlindung yang aman bagi para turis," ujar Thoyyib Mohamed, direktur pelaksana Marketing & PR Corporation Maldives.

Memang jumlah kunjungan wisatawan tidak begitu tinggi. Namun kenyataan bahwa mereka tinggal lebih lama juga tak bisa dianggap enteng. Wisatawan tak keberatan menghabiskan waktu sebulan penuh di sana.

"Tamu kami lebih jarang bepergian, tetapi lebih lama dan dengan lebih banyak tujuan," ujar Jan Tibaldi, manajer umum One & Only Reethu Rah.

Mendukung gerakan kerja dari mana saja, resor-resor di Maldives mulai memberikan aneka paket karantina dengan teknologi digital. Ada internet berkecepatan tinggi, makan, kegiatan kesehatan, dan klub untuk anak-anak.

Lockdown in paradise, begitulah kampanye wisata Maldives di tengah pandemi. Karantina di pantai tropis romantis dunia akan jadi pengalaman menyenangkan seumur hidup.

Pada Februari 2021, Maldives mencatatkan 17.828 kasus dan 58 kematian. Kini pemerintah dengan gencar melakukan vaksinasi kepada pekerja pariwisata agar tetap bisa memberikan kenyamanan kepada turis.

Melihat semua kerja keras Maldives, rasanya Indonesia masih harus banyak belajar. Tak perlu terburu-buru, yang penting tahu keunggulan diri dan memaksimalkan potensi yang ada.



Simak Video "WHO Minta Negara Kaya Berbagi Vaksin dengan Negara Miskin"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA