Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 23 Feb 2021 08:43 WIB

TRAVEL NEWS

Cinta Gila di Balik Kemegahan Gedong Gandrung, Hotel Tugu Lombok

Syanti Mustika
detikTravel
Tugu Hotel
Foto Gedong Gandrung yang menyimpan kisah Rama dan Sinta. (dok Tugu Hotel)
Lombok -

Hotel Tugu di Lombok memiliki bangunan mewah Gedong Gandrung. Ada aroma cinta sejati dari namanya, seperti apa?

Dari rilis yang diterima detikTravel, Selasa (23/2/2021), disebutkan Gedong Gandrung merupakan salah satu properti Hotel Tugu di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gedong dalam bahasa Indonesia kuno dapat diartikan sebagai 'aula', sedangkan gandrung merupakan 'cinta romantis yang kuat dan penuh gairah' kegilaan yang tak tertahankan. "

Arsitektur dan interior aula pernikahan Gedong Gandrung yang diciptakan oleh Hotel Tugu Lombok terinspirasi dari mahakarya arsitek dan pelukis ternama Bali dan Lombok: I Gusti Gedong (1850-1894) dan I Gusti Nyoman Lempad (1862-1978).

I Gusti Gedong merupakan arsitek pribadi Gde Karang Asem, yang merupakan raja terakhir Bali di Lombok. Raja Gde Karang Asem berkuasa hingga tahun 1894 kala dirinya diperdaya oleh pemerintah kolonial Belanda.

Dia kemudian ditangkap dan diasingkan ke Batavia karena menolak untuk menyerah pada pemerintahan kolonial. Setelah diasingkan, istana Cakranegara pun dihancurkan, yang diikuti oleh kematian arsiteknya, I Gusti Gedong.

Karya I Gusti Gedong dapat kita temukan di berbagai istana di Lombok dan Bali, karena dia memang bekerja hanya untuk keluarga kerajaan.

I Gusti Gedong kerap mengambil inspirasi dari arsitektur kuno, seribu tahun sebelumnya di Lombok. Makanya, karyanya kerap terlihat rumit dengan detail dan ciri khas Bali dan Lombok yang kental.

Dia juga sering memadukan tema-tema khas era tersebut, seperti legenda kisah cinta Ramayana dan Mahabharata.

Sementara itu, salah satu gerbang Gedong Gandrung terinspirasi dari karya pelukis kondang I Gusti Nyoman Lempad, yang merupakan seniman jenius asal Ubud, Bali.

Dua lukisan terkenal yang dibuatnya pada tahun 1929 yang berjudul "Seorang kesatria sedang menghajar raksasa" dan "Anak tiri yang ditolong oleh burung ajaib" kini dapat ditemukan di Museum Nasional Wina, Austria, yang didonasikan oleh Helene Potjewyd.

Keunikan dan keindahan Gedong Gandrung menggambarkan kemegahan istana Lombok ribuan tahun yang lalu. Gedong Gandrung menceritakan kisah cinta Rama dan Sinta.

Putri Sinta yang terpisah selama 13 tahun dari pangeran kesayangannya, Rama, saat dia diculik oleh Rahwana raksasa. Sebuah lampu gantung raksasa di Gedong Gandrung dibentuk dari burung ajaib dan sakti yang telah membantu menyatukan kembali cinta Rama dan Sinta.

Gedong Gandrung adalah tempat yang menginspirasi cinta sejati, tempat untuk mengucapkan sumpah abadi satu sama lain, di bawah saksi bisu pasangan abadi Rama dan Sinta dari legenda Ramayana. Ini juga merupakan persembahan seni yang dengan bangga kami persembahkan untuk kehidupan dua seniman jenius Indonesia: I Gusti Gedong dan I Gusti Nyoman Lempad.



Simak Video "Diskon hingga 60 Persen, Hotel di Lombok Penuh"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA