Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 23 Feb 2021 10:07 WIB

TRAVEL NEWS

Sambut Vaksinasi Massal, Ini Harapan Bos AirAsia

Tony Fernandes, CEO AirAsia
Foto: (Masaul/detikTravel)
Jakarta -

Program vaksinasi mulai ramai dilakukan tak hanya di Indonesia. Terkait program itu, bos AirAsia Tony Fernandes ikut mendukung.

Hal itu diungkapkan olehnya lewat siaran pers yang diterima detikTravel, Selasa (23/2/2021). Dijelaskan, program vaksinasi yang saat ini tengah berlangsung di sejumlah negara destinasi AirAsia seperti Indonesia, Singapura, Tiongkok, dan Australia juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Indonesia bahkan telah memasuki program vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang menyasar lebih dari 38 juta masyarakat lanjut usia dan petugas pelayanan publik, termasuk petugas transportasi, sejak 17 Februari 2021.

Indonesia sebelumnya telah melakukan vaksinasi tahap pertama terhadap lebih dari 1,2 juta masyarakat garda terdepan sejak 13 Januari 2021. Sementara itu, Thailand dan Filipina dijadwalkan akan memulai program vaksinasinya pada kuartal pertama tahun ini.

"Setelah setahun berada di dalam ketidakpastian, senang rasanya ada harapan yang menunjukkan masa penuh tantangan ini akan segera pulih," ujar CEO AirAsia Group, Tony Fernandes.

Sepanjang pandemi ini AirAsia telah secara intensif menerapkan inisiatif digital dan teknologi inovatif yang akan membuat pengalaman terbang menjadi lebih aman dan lancar pasca pandemi nantinya.

"Dengan uji kesehatan yang lebih baik, pembukaan zona perjalanan terbatas (travel bubble) untuk wisata, ketersediaan obat antivirus, serta penggunaan paspor kesehatan digital yang mampu menampilkan catatan kesehatan di seluruh Asean dan sekitarnya nantinya diharapkan dapat semakin mempercepat pemulihan perjalanan secara global," tambahnya.

Selama perjalanannya memimpin AirAsia, Tony mengaku kalau pandemi COVID-19 ini adalah yang paling menantang. Segala hal telah dilakukan olehnya untuk bertahan.

"Pembatasan perjalanan secara global seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Setelah melewati pengelolaan finansial yang ketat selama setahun, termasuk menghentikan operasional di Jepang dan mengurangi kepemilikan saham di India, akhirnya kami melihat peluang untuk pulih," ujarnya.

Sepanjang pandemi tahun 2020, AirAsia telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat transformasi digitalnya menjadi lebih dari sekadar maskapai penerbangan dengan memperkenalkan berbagai produk dan layanan baru yang menambah sumber pendapatan, seperti aplikasi super airasia, logistik, e-commerce, fintech, serta penerapan prosedur dan inovasi terkini seperti pengenalan wajah biometrik untuk menghadirkan pengalaman terbang yang lebih higienis dan minim kontak.



Simak Video "Traveler Keliling Indonesia Cuma Bayar Rp 1,5 Juta di AirAsia"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA