Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Mar 2021 07:46 WIB

TRAVEL NEWS

Keren! Tim Peneliti Temukan Hiu Glow In The Dark di Selandia Baru

Hiu Glow In The Dark
Foto: Ikan hiu glow in the dark (dok. Jerome Mallefet)
Auckland -

Para peneliti di Selandia Baru berhasil menemukan spesies hiu baru Glow In The Dark alias bisa menyala dalam gelap. Tak cuma 1 spesies baru, tapi 3 sekaligus.

Tim peneliti gabungan dari Belgia dan Selandia Baru seperti mendapat jackpot. Mereka menemukan tak cuma 1, tetapi 3 spesies hiu baru sekaligus. Lebih spesialnya lagi, ikan hiu ini bukanlah ikan hiu biasa, melainkan ikan hiu yang Glow In The Dark alias bisa bercahaya dalam gelap.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Sabtu (6/3/2021), tim peneliti The National Institute of Water and Atmospheric Research (NIWA) yang dipimpin Darren Stevens dan diasisteni Dr Laurent Duchatelet dan Dr Jerome Mallefet dari Belgia, menemukan 3 spesies hiu baru itu dari perairan pesisir timur Selandia Baru.

Ketiga nama spesies hiu baru yang bisa bercahaya dalam gelap itu adalah Dalatias licha, Etmopterus lucifer, dan Etmopterus granulosus. Penemuan itu terjadi bulan Januari 2020 silam, namun baru sekarang diungkap ke publik.

Ketiga spesies hiu tersebut ditemukan di zona 'Twilight' lautan, dengan kedalaman antara 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan laut. Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari tidak bisa menembus ke sana.

Hiu Glow In The DarkHiu Glow In The Dark Foto: (dok. Jerome Mallefet)

Akibatnya, ketiga spesies hiu itu memiliki kemampuan bioluminesens alias bisa berpendar dalam gelap sebagai bentuk adaptasi terhadap tempat tinggal mereka yang minim cahaya.

Dari ketiga spesies hiu baru tersebut, hiu sirip layang-layang atau Dalatias licha adalah spesies yang terbesar. Hiu jenis ini bisa tumbuh hingga sepanjang 18 centimeter.

Tim peneliti melakukan penelitian sampel sebanyak 24 ekor dari 622 ekor hiu tangkapan. 24 Ekor itu terdiri dari 13 ekor hiu sirip layang-layang, 7 ekor hiu lentera perut hitam (Etmopterus lucifer), dan 4 ekor hiu lentera selatan (Etmopterus granulosus).

Setelah ditangkap, hiu-hiu itu ditempatkan dalam akuarium berisi air laut, lalu kemudian diukur panjang dan beratnya, diidentifikasi jenis kelaminnya dan didokumentasikan lewat foto.

Setelah itu, dilakukan pembedahan pada beberapa sampel di bagian tulang belakangnya. Sampel kemudian dikirim ke Belgia untuk diteliti lebih lanjut. Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan di jurnal ilmiah Frontiers in Marine Science.

Dr Jerome Mallefet menyebut 57 dari 540 spesies hiu, atau sekitar 10%-nya bisa memproduksi cahaya bioluminesens. Mallefet yakin ada lebih banyak hiu di luar sana yang bisa bercahaya dalam gelap.

"Mereka (hiu) bisa bercahaya dalam gelap. Mereka tidak memproduksi sinar flash. Mereka benar-benar bercahaya untuk periode waktu yang sangat lama," pungkas Mallefet.



Simak Video "Seorang Wanita Tewas Diserang Hiu di Selandia Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA