Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Mar 2021 22:01 WIB

TRAVEL NEWS

Peletakan Batu Pertama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Hadiah Pangeran UEA

This picture taken on February 4, 2019 shows a view of the courtyard of Sheikh Zayed Grand Mosque in Abu Dhabi, as Pope Francis arrives to visit. (Photo by Giuseppe CACACE / AFP)
Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi Foto: AFP/GIUSEPPE CACACE
Solo -

Replika Masjid Raya Sheikh Zayed hadiah dari Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo resmi dibangun di Solo, Jawa Tengah (Jateng). Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di lokasi masjid, Gilingan, Banjarsari, Solo, hari ini.

Hadir dalam peletakan batu pertama Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Dari UEA diwakili Menteri Energi dan Industri, Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei.

Acara diawali dengan sambutan dari Gibran Rakabuming, Menteri Yaqut dan Menteri Suhail. Mereka lalu bersama-sama menuangkan adonan semen dengan sekop ke dalam lubang tanah.

Dalam sambutannya, Yaqut mengatakan bahwa masjid hibah Pangeran UEA itu diharapkan menjadi simbol toleransi. Selain itu, pembangunan ini diharapkan mempererat hubungan Indonesia dengan UEA.

"Sebagaimana kita tahu, Uni Emirat Arab ini terkenal dengan toleransinya. Ini menjadi inspirasi kita mengembalikan toleransi dan mengembangkan moderasi di Indonesia," kata Yaqut di lokasi, Sabtu (6/3/2021).

Groundbreaking Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Sabtu (6/3/2021)Groundbreaking Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Sabtu (6/3/2021) Foto: dok. Humas Pemkot Solo

Menurut Yaqut, masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah. Namun masjid akan menjadi tempat pembangunan peradaban umat manusia.

"Masjid hibah ini bukan hanya untuk salat berjemaah, tapi untuk dakwah hingga wisata. Masjid ini juga digunakan untuk fungsi pembinaan fundamental, untuk pembangunan peradaban. Masjid ini diharapkan bisa memberikan rahmatan lil alamin," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Suhail mengapresiasi pemberian nama Sheikh Zayed. Selain nama ayah dari putra mahkota Sheikh Mohamed, Sheikh Zayed adalah pendiri UEA.

"Dinamakan dengan nama yang sangat berharga sekali, yaitu orang tua dan pendiri dari negara Uni Emirat Arab. Beliau itu adalah model atau simbol bagi kami dalam menumbuhkan toleransi kehidupan keagamaan," kata Suhail.

Dia juga menyebut bahwa desain masjid akan dibuat semirip mungkin dengan Grand Mosque Sheikh Zayed yang ada di Abu Dhabi. Dia berharap, masjid bisa menjadi tempat ibadah sekaligus objek wisata religi.

The motorcade carrying US Secretary of State John Kerry (C) approaches the Sheikh Zayed Grand Mosque in Abu Dhabi on November 23, 2015. Kerry is in Abu Dhabi to meet his Emirati counterparts on efforts to build a Syrian opposition coalition to lead peace talks with the Damascus regime. AFP PHOTO / POOL / JACQUELYN MARTIN (Photo by JACQUELYN MARTIN / POOL / AFP) Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi (Photo by JACQUELYN MARTIN / POOL / AFP) Foto: AFP/JACQUELYN MARTIN

"Bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga menjadi destinasi wisata. Saya berharap semoga masjid yang dibangun di sini itu bukan hanya mencerminkan ketinggian dari arsitektur bangunan tetapi juga bisa menjadi sumber devisa," harap Suhail.

Seperti diketahui, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dibangun di atas lahan 2,9 hektare di Gilingan, Banjarsari, Solo. Masjid diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 5,7 triliun dengan pembiayaan murni dari UEA. Diperkirakan pembangunan selesai sekitar dua tahun.



Simak Video "Momen Wahana Uni Emirat Arab Tiba di Orbit Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA