Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Mar 2021 07:45 WIB

TRAVEL NEWS

Wisata Mistis Jadi Primadona di Masa Datang?

Antara
detikTravel
Alas Purwo Banyuwangi
Alas Purwo (Ardian Fanani/detikcom)
Jakarta -

Wisata mistis atau wisata hantu diprediksi bakal diminati traveler Indonesia di masa depan. Apalagi, RI memiliki banyak tempat yang dianggap horor.

Perkiraan itu tidak lepas dari meningkatnya permintaan pariwisata yang bergeser ke arah yang lebih khusus dengan merasakan pengalaman unik. Wisata mistis diyakini bakal berdampingan dengan perkembangan delapan wisata minat khusus.

Delapan wisata minat khusus potensial lainnya adalah Wisata Perdesaan, Wisata Pendakian Gunung dan Olahraga Paralayang, Wisata Olahraga Marathon, Wisata Bahari Kapal Layar (yachting) dan Selam (diving), Wisata Olahraga Arung Jeram, Wisata Gua dan Paramotor, Ekowisata, serta Wisata Relawan (voluntourism).

"Seminar tempo lalu ingin memberi gambaran kepada khalayak kalau saat ini permintaan pariwisata juga berubah dari mass dan low content menjadi niche, customize dan high content. Jadi industri pariwisata harus terus menggali pasar yang potensial dengan minat khususnya seperti apa," kata Dosen Program Studi Pariwisata Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Dr. Diaz Pranita, seperti dikutip dari Antara.

Diaz menyebut wisata mistis sudah lebih dulu berkembang di negara lain. Di antaranya di Inggris, Prancis hingga Jerman.

Wisata hantu tumbuh sebagai bagian dari "dark tourism", masa gelap yang pernah dialami banyak negara, seperti peperangan dan genosida. Sejarah gelap dari suatu tempat yang terjadi di masa lalu bisa dikemas jadi cerita dan pengalaman unik yang menarik untuk ditelusuri, tentunya tanpa meninggalkan edukasi mengenai cerita moral di baliknya ketika disuguhkan kepada turis.

Masyarakat di Indonesia yang menyukai hal-hal berbau mistis membuat wisata jenis ini berpeluang untuk digandrungi orang-orang yang rasa ingin tahunya tergelitik.

"Apalagi budaya nenek moyang kita animisme dan dinamisme juga sangat mistis," ujar dia.

Ada banyak tempat yang berpotensi diangkat sebagai tujuan wisata hantu, yakni daerah-daerah yang punya pengalaman gelap di masa lampau, atau kawasan yang bisa dikaitkan dengan budaya serta hal-hal mistis. Diaz berpendapat hampir semua tempat di Indonesia pasti punya cerita yang terkait dengan hal-hal tersebut.

"Misalnya, Alas Purwo, Pelabuhan Ratu, Trunyan, Laut Selatan, Toraja," katanya.

Dia mengingatkan agar berhati-hati dalam mengembangkan tujuan wisata mistis itu agar tidak menjadi bumerang bagi daerah tersebut.

"Jangan sampai hal ini membuat orang-orang justru ogah mendatangi kawasan tersebut. Karena dasarnya setiap destinasi pasti ingin dikenal sebagai destinasi yang tumbuh, dinamis dan optimistis," kata dia.

Chief Operating Officer Atourin, Reza Permadi Halim, berpendapat wisata mistis menarik untuk diangkat meski tema ini lebih menarik bila dieksplorasi langsung ke lokasi, bukan lewat tur virtual. Senada dengan pernyataan Diaz, latar belakang dan cerita-cerita yang membuat bulu kuduk meremang tidak cukup dalam mengembangkan wisata jenis ini.

"Pengetahuan atau sejarah kelamnya juga harus ditonjolkan," kata Reza.

Soal lain yang harus dipikirkan adalah soal keselamatan peserta di lokasi. Penyelenggara harus memastikan keamanan seluruh peserta yang mengikuti tur tersebut.



Simak Video "Ritual Berburu Pusaka Ghoib, Tuban"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA