Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 16 Mar 2021 18:23 WIB

TRAVEL NEWS

Tentang Gunung Emas di Kongo yang Kini Penambangannya Ditutup

Lusiana Mustinda
detikTravel
Congolese artisanal miners are seen mining for gold in the Togo-Kazaroho area on July 11, 2018 in Ituri Province. The Togo-Kazaroho Gold Mining site lies deep within the Ituri Forest. Miners will stay out in the forest for up to a week, by the end of the week the will usually have mined about Six grams of gold. The gold gets sold to traders in the near by town of Mambasa, from there it will either head legally to the town of Bunia or Illegally over the borders in Uganda. (Photo by John WESSELS / AFP)
Foto: AFP/JOHN WESSELS
Jakarta -

Gunung emas di Kongo baru-baru ini membuat heboh publik. Pasalnya beredar sebuah video tentang gunung emas di Republik Demokratik Kongo sangat mengagetkan banyak orang.

Dalam unggahan video yang tersebar di media sosial terlihat banyak penduduk dari desa di provinsi Kivu Selatan, Kongo beramai-ramai mengeruk tanah di gunung tersebut untuk mendapatkan emas.

Dilansir dalam Hindustan Times (12/03), video yang menunjukkan banyak warga setempat membersihkan tanah yang menempel pada emas dan mengumpulkannya di wadah lain.

"Sebuah video dari Republik Kongo mendokumentasikan kejutan terbesar bagi beberapa penduduk desa di negara ini, ketika seluruh gunung yang dipenuhi dengan emas ditemukan! Mereka menggali tanah untuk menemukan emas dan membawanya ke rumah mereka untuk membersihkan kotoran dan mengekstraksi emasnya," kata Ahmad Algohbary, seorang jurnalis lepas yang membagikan video viral itu di Twitter.

Lokasi gunung emas di Kongo ini berada di desa Luhihi, Provinsi Kivu Selatan, Kongo. Tempatnya berada di sekitar 50 km dari ibu kota provinsi, Bukavu.

Seperti yang dilansir kantor berita Reuters, Menteri Pertambangan Kivu Selatan, Venant Burume Muhigirwa mengatakan bahwa penemuan bijih emas terjadi pada akhir Februari 2021. Setelah penemuan tersebut, ribuan orang termasuk anggota angkatan bersenjata memadati kawasan pegunungan tersebut.

Penambangan Ditutup

Pemerintah setempat akhirnya mengeluarkan aturan yang meminta penambang, pedagang dan anggota angkatan bersenjata Kongo (FARDC) untuk meninggalkan lokasi tambang di dalam dan sekitar Luhihi. Semua kegiatan penambangan ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Penghentian penambangan ini bertujuan agar pihak berwenang dapat mengidentifikasi penambang. Selain itu untuk memastikan para penambang terdaftar sesuai di administrasi yang mengatur pertambangan tradisional.

"Ketertiban harus ditegakkan kembali dalam kegiatan pertambangan di Luhihi. Tidak hanya untuk melindungi kehidupan tetapi juga untuk memastikan penelusuran emas yang diproduksi sesuai dengan hukum di Kongo," tulis aturan tersebut.

Penambangan tradisional dengan peralatan yang seadanya memang merupakan teknik yang umum dilakukan di seluruh Republik Demokratik Kongo dan tersebar luas di bagian timur dan timur laut negara penghasil emas tersebut.

Dikutip dalam Reuters (05/03), produksi emas di Kongo secara sistematis tidak dilaporkan dan berton-ton logam mulia diselundupkan ke rantai pasokan global melalui tetangga timurnya. Hal ini dilaporkan tahun lalu oleh U.N. Group of Experts Congo.



Simak Video "Di Sidang PBB, Presiden Kongo Sebut Afrika Tak Butuh Sumbangan Amal"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA