Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Mar 2021 13:02 WIB

TRAVEL NEWS

Ditemukan Jangkar Berusia 2.000 Tahun, Diduga Sisa Pelabuhan Romawi

Putu Intan
detikTravel
Ditemukan Jangkar Berusia 2.000 Tahun, Diduga Sisa Pelabuhan Romawi
Foto: KEITH COCKERILL/BBC
London -

Artefak berusia ribuan tahun kembali ditemukan. Kali ini jangkar batu yang diduga milik pelabuhan Romawi ditemukan di Inggris.

Dikutip dari BBC, Senin (22/3/2021) ada lima jangkar batu yang ditemukan di North Hylton, Sunderland. Jangkar tersebut pertama kali terlihat di sungai.

Namun, para arkeolog mengemukakan teori bahwa di sungai ini dulunya ada sebuah pelabuhan kecil. Kendati demikian, teori ini masih perlu dibuktikan lewat penelitian yang lebih mendalam.

Sementara itu, arkeolog bawah air dari Universitas Durham, Gary Bankhead sangat menekankan pentingnya penemuan itu. Menurutnya, ini dapat menjadi petunjuk yang mengarahkan bahwa pelabuhan itu merupakan milik Romawi.

Bankhead menjelaskan, sebuah bendungan telah berdiri di kawasan itu sejak zaman Victoria. Tapi jika teori mengenai pelabuhan itu benar, ini menjadi pelabuhan Romawi kedua yang ditemukan di Inggris.

"Ini pertama kalinya di Inggris, beberapa jangkar ditemukan di sungai. Biasanya benda itu ditemukan di lepas pantai," kata Bankhead.

"Ada kemiripan dengan enam jangkar yang ditemukan di Dunbar, tetapi semuanya memiliki dua lubang. Yang kami temukan di Hylton berlubang tunggal dan di sinilah bukti penanggalan menjadi sangat berguna," ujarnya.

Penemuan artefak peninggalan Romawi di InggrisArtefak yang diduga model kapal. Foto: KEITH COCKERILL/BBC

Bankhead menemukan kesinambungan dari penemuan-penemuan jangkar ini. Ia mencari kemiripannya yang kemudian mengarahkannya pada dugaan bahwa jangkar yang ia temukan di sungai itu merupakan milik Romawi.

"Kami mencari kemiripan dan satu jangkar khusus yang ditemukan di Lulworth Cove di Dorset ditemukan bersama beberapa tembikar dari Mediterania bertanggal dari 100 Sebelum Masehi hingga 100 Masehi. Itu adalah bukti yang sangat berguna," kata dia.

"Itu sangat cocok dengan kehadiran orang-orang Romawi di Inggris Utara, di mana mereka mencoba menekan Brigantes yaitu orang-orang Inggris Celtic yang menguasai sebagian besar wilayah Inggris utara sebelum kedatangan orang-orang Romawi pada saat itu dan membangun benteng," ia melanjutkan.

Kemudian di kawasan yang lebih tinggi di River Wear terdapat benteng Romawi yang bernama Chester-le-Street dan Binchester. Ini semakin menguatkan dugaan terdapat komunitas Romawi pada zaman dahulu di sana.

Kembali ke penemuan jangkar, empat jangkar yang ditemukan ini terbuat dari bebatuan lokal. Akan tetapi ada satu jangkar yang bahannya berbeda. Ini diyakini berasal dari wilayah selatan Whitby, North Yorkshire.

"Hal ini menunjukkan adanya jaringan perdagangan, kehadiran kapal laut, yang datang ke pantai North East, tiba ke muara Wear, berlayar sejauh mungkin dan harus berlabuh saat air surut karena tidak bisa berlayar lebih jauh," ia menjelaskan.

"Kemungkinan besar, kami rasa, kami telah menemukan semacam bendungan, jembatan, dermaga, atau lokasi pendaratan di mana kapal-kapal ini menurunkan muatan ke kapal untuk ukuran sungai yang lebih kecil, dan memasok barang-barang ke benteng-benteng ke lokasi yang lebih jauh ke hulu sungai," ia melanjutkan.

"Jelas ini adalah situs multi-periode yang penting, kami hampir 2.000 tahun pekerjaan di situs itu, tetapi kami perlu tahu apa itu supaya dapat menyimpulkannya dengan benar."

Penemuan artefak peninggalan Romawi di InggrisKoin yang juga ditemukan di lokasi penemuan jangkar. Foto: KEITH COCKERILL/BBC

Penemuan ini bukanlah hasil kerja Bankhead semata. Sebuah kelompok komunitas telah memainkan peran penting dalam penemuan tersebut dan melakukan kerja lapangan. Beberapa di antaranya bahkan menghabiskan 40 tahun untuk mengungkap rahasianya.

Selain jangkar, di lokasi itu juga ditemukan koin, paku, peta batu, alat mengasah, dan sebuah bros.

"Selama 40 tahun, saya menggali di tempat yang salah, itulah masalahnya. Kami pindah ke situs ini dan artefak terus berdatangan, ini sungguh menakjubkan," kata seorang pensiunan tukang kayu, Ian Stewart.

"Anda tidak tahu betapa senangnya saya, terutama ketika saya mulai menemukan kayu di dasar sungai tempat bendungan itu dibangun dan semua batu itu cocok dengan batu-batu di Pantai Roker," kata dia.

"Semuanya mulai cocok satu sama lain, seperti memecahkan teka-teki yang 80% berada di bawah air dan tersebar di seluruh North East, jadi tidak heran butuh waktu 40 tahun," ujarnya.

Saat ini, beberapa artefak itu juga telah dipindahkan untuk penelitian lebih lanjut.



Simak Video "Penemuan Artefak di Proyek MRT Bundaran HI-Kota"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA