Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Mar 2021 08:41 WIB

TRAVEL NEWS

Survei: 44% Traveler Rindu Kampung Halaman, Kalian Termasuk?

Pantai Parangtritis jadi salah satu destinasi wisata populer di Yogyakarta. Saat libur nasional, kawasan Pantai Parangtritis pun ramai dikunjungi wisatawan.
Foto: Pantai Parangtritis (Pius Erlangga/Detikcom)
Jakarta -

Pandemi virus Corona membuat wisatawan kian menyadari keindahan negeri sendiri. Kebanyakan sih rindu kampung halaman. Kalian juga bagian dari yang ingin mudik?

Ditutupnya perbatasan negara dan wilayah selama wabah Covid-19 membuat traveler harus bersabar untuk melakukan perjalanan. Bahkan, untuk pulang kampung.

Belakangan, wisata dekat rumah menjadi pilihan. Sebagai gambaran wisata Sentul dan Bogor menjadi pilihan warga Jabodetabek akhir-akhir ini.

Bahkan, untuk mudik ke kampung pun menjadi persoalan yang tidak semudah sebelum pandemi virus Corona. Berdasarkan survei Tren Perjalanan 2021 oleh pengguna Traveloka pada bulan Februari 2021, sebanyak 44 persen traveler sudah rindu dengan kampung halaman.

"Selain berapa ya, 40-an % minat untuk bepergian ke berbagai destinasi di dalam negeri ternyata 44% ini juga sudah rindu sebetulnya terhadap kampung halaman," VP of Marketing Accomodation Traveloka, Shirley Lesmana, dalam konferensi pers secara daring.

Survei lain dari Traveloka menunjukkan moda transportasi pesawat masih menempati posisi teratas pilihan traveler untuk bepergian. Persentasenya mencapai 44 persen.

Tapi ada perubahan tren bepergian dengan kendaraan pribadi. Angkanya meningkat.

"Sebetulnya yang paling populer masih tetap sebetulnya menggunakan moda transportasi udara tapi yang menarik selama masa pandemi ini adalah kenaikan tren untuk bepergian dengan menggunakan mobil pribadi. Jadi, antara lain ini karena memberikan privasi kemudian juga fleksibilitas yang lebih tinggi," kata Shirley.

Fasilitas infrastruktur yang semakin memadai juga membuat wisatawan memilih membawa mobil pribadi di masa pandemi. Selain lebih menghemat biaya, protokol kesehatan pun lebih terjaga.

"Kami sangat apresiasi juga kepada pemerintah yang telah menyiapkan infrastruktur ini juga terefleksi sebetulnya dari performance data yang kami punya," kata Shirley.

"Secara umum, kota-kota yang memang sudah memiliki jalur transportasi darat yang lebih baik sudah terhubung konektivitasnya, misalnya di seputar trans Jawa atau misalnya trans Sumatera ini, secara umum proses pemulihan memang lebih tinggi," Shirley menambahkan.

Di bagian penginapan, tren yang paling populer di masa pandemi masih ditempati villa hotel dan homestay. Akan tetapi penerapan protokol kesehatan begitu diperhatikan oleh wisatawan.

"Jadi kita melihat bahwa sebetulnya ketika semua pelaku pariwisata ini juga bisa dibilang berkomitmen terhadap standar kesehatan CHSE yang diterapkan oleh Kemenpar, ini sebenarnya win win solution karena dapat memberikan dampak bisnis yang positif kepada para mitra juga memberikan ketenangan kepada para pengguna," kata dia.

Andai sudah bisa mudik nanti, apa pilihan traveler?



Simak Video "Ditinggal Mudik, Gudang Barang Bekas di Cakung Terbakar"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA