Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 29 Mar 2021 12:18 WIB

TRAVEL NEWS

Miris, Situasi Terkini Gili Trawangan Bak Pulau Hantu

Gili Trawangan setahun lebih pasca pandemi (27/3/2021)
Kondisi Gili Trawangan, Sabtu (27/3) (Wisnu/20detik)
Lombok Tengah -

Sebelum pandemi Covid-19 menyerang, Gili Trawangan di Lombok menjadi surga bagi turis asing. Tapi, kini kondisinya mirip pulau hantu.

Sejak pintu untuk turis ditutup tahun lalu, pariwisata Lombok seketika meredup. Senasib dengan tetangganya Bali, destinasi populer di kalangan turis seperti Senggigi hingga tiga gili milik Nusa Tenggara Barat (NTB) ikut terdampak dan mati suri.

detikTravel sempat berkunjung ke Gili Trawangan di hari Sabtu (27/3). Gili Trawangan senyap.

Sejak turun dari kapal boat Sabtu siang, suasana lengang sudah ditemui. Hanya ada turis domestik yang tampak lalu lalang, itu pun jumlahnya masih sedikit.

Gili Trawangan setahun setelah pandemi (27/3/2021).Kondisi dermaga yang ramai turis domestik (Randy/detikTravel)

Kapal hanya sedikit yang bersandar, menanti datangnya turis hingga wisatawan domestik. Maklum, biaya rapid test antigen hingga persyaratan yang ketat untuk bepergian menjadi momok untuk bepergian dewasa ini.

Melangkahkan kaki keluar dermaga, suasana tak kalah sepi. Titik kumpul yang biasanya selalu disesaki oleh turis dalam dan luar negeri, hanya jadi tempat parkir cidomo (transportasi gili) yang masih setia menunggu.

Diwawancarai oleh detikTravel, salah satu supir cidomo asal Bali bernama Nengah mengaku kalau kondisi sepi menjadi potret Gili Trawangan pasca pandemi. Saat ditemui, Nengah sedang mencari rumput untuk makan kudanya.

"Biasa seperti ini, sudah sepi dari tahun lalu. Mungkin bulan Maret. Ini saja ngambil rumput biar gak usah beli makan kuda," ujar Nengah.

Gili Trawangan setahun lebih pasca pandemi (27/3/2021)Salah satu operator diving yang terpaksa menutup usaha (Wisnu/20detik)

Berjalan lebih jauh, kondisi Gili Trawangan tampak semakin menyedihkan. Panorama bar yang diabaikan dan lapuk dimakan usia, tulisan closed serta kondisi money changer yang rusak jadi hal biasa.

Tak sedikit juga akomodasi tepi pantai yang membiarkan lapaknya berantakan begitu saja. Bahkan, tak sedikit juga operator diving yang terpaksa menutup usahanya sampai waktu yang tidak ditentukan.

Gili Trawangan setahun lebih pasca pandemi (27/3/2021)Kondisi bar yang ditinggalkan begitu saja (Wisnu/20detik)

Menurut Kadispar NTB Lalu Moh. Faozal Gili Trawangan mati suri sejak pandemi Covid-19.

"Ya mulai Maret, Mei yang paling parah," ujar Faozal saat dihubungi terpisah oleh detikTravel.

Umumnya, Lombok mendapat limpahan turis yang berwisata dari Bali. Hanya dengan kondisi Bali kini yang juga terpuruk, Lombok pun ikut berbagi penderitaan.

Selanjutnya: Pengerjaan di Gili Trawangan

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA