Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 31 Mar 2021 13:01 WIB

TRAVEL NEWS

Bandara Kertajati Punya Kerjaan Baru, Jadi Bengkel Perbaikan Pesawat

Tim detikcom
detikTravel
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) alias Bandara Kertajati (KJT) pagi ini resmi melayani pendaratan dan penerbangan perdana pesawat bermesin jet komersil dalam rangka penataan rute yang sebelumnya terjadwal di Bandara Internasional Husein Sastranegara (BDO). Pantauan detikFinance di lokasi, Minggu (30/6/2019), pendaratan perdana dilakukan oleh pesawat AirAsia yang terbang dari Bali. Begitu pun penerbangan perdana dilakukan pesawat AirAsia dengab tujuan Bali.
Pesawat di Bandara Kertajati Foto: Hendra Kusuma
Jakarta -

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, punya kerjaan baru. Bandara ini akan melakukan perawatan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO). Rencana bengkel pesawat itu telah disepakati oleh Presiden Joko Widodo.

Menindaklanjuti rencana tersebut manajemen PT BIJB dan PT Garuda Maintenance Facillity (GMF) segera mempersiapkan fasilitas MRO pesawat milik pemerintah baik TNI Polri maupun BNPB. Direktur Utama PT BIJB Salahudin Rafi mengatakan rencana pengembangan bisnis MRO itu bisa dilakukan seiring dengan pembangunan Tol Cisumdawu yang ditargetkan selesai Desember mendatang.

Untuk merealisasikan rencana pengembangan bisnis itu, menurut Rafi, BIJB dan GMF tinggal mencari sumber pendanaan atau investor. Mengingat BIJB sudah memiliki lahan dan dokumen teknis, sedangkan GMF siap dengan mengelola dengan kemampuan SDM dan sertifikasi yang sudah dimiliki.

"Bandara Kertajati tetap sebagai bandara internasional yang melayani penumpang. Namun sambil nunggu normalnya penumpang, upaya yang dilakukan yaitu mempercepat pembangunan dan pengoperasian MRO sesuai arahan pak presiden dan gubernur," kata Rafi dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (31/3/2021).

Rafi mengatakan dengan adanya keputusan pemerintah itu sudah sesuai rencana Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkait pengembangan bisnis di BIJB dan bagian dari kerja sama yang sudah diteken Pemprov Jabar dan Garuda Indonesia.

"MRO ini nanti demand-nya berasal dari TNI Polri dan BNPB. Kami tinggal merumuskan pendanaan dan pembangunan apakah dari investor atau pihak perbankan," katanya.

BIJB telah menyiapkan lahan seluas 67 hektare dimana pembangunan MRO tahap I ditargetkan berdiri di atas lahan 30 hektare. Pengerjaannya bisa dikebut dalam waktu satu tahun seiring dengan pengoperasian Tol Cisumdawu.

"MRO tidak rumit, manpower-nya yang penting. GMF sudah memiliki SDM dan sertifikasi untuk MRO. BIJB menyiapkan lahan sesuai masterplan. Jadi, kami membangun MRO juga melayani penerbangan sipil dan komersil kita layani di Kertajati," kata Rafi.

Adanya rencana pembangunan MRO di Bandara Kertajati, menurut Rafi, merupakan angin segar bagi BNPB yang akan menjadikan Kertajati sebagai homebase dari pesawat pemadam kebakaran hutan.

Selama ini BNPB parkir pesawatnya di Sabang, Malaysia. Keputusan pemerintah mendirikan MRO di Kertajati, menurutnya, membuat BNPB tidak lagi khawatir dengan urusan perawatan pesawat.

"BNPB happy, kalau MRO sudah ada, terutama untuk perawatan helikopter pemadam api. Keputusan presiden ini membuat semua rencana yang sudah disusun berbagai pihak menjadi tersambung," kata Rafi.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Soemadi dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Senin (29/3/2021) kemarin menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait Bandara Kertajati yang salah satunya adalah pengembangan bisnis MRO.

"Yang paling strategis kita mengusulkan agar Kertajati difungsikan pada fungsi-fungsi yang lain yaitu MRO," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (29/3/2021).

Budi mengatakan sudah berdiskusi dengan TNI AU agar bisa melakukan perawatan pesawat milik TNI di Bandara Kertajati. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk untuk membuka bengkel perawatan pesawat di Bandara Kertajati.

"Bahkan GMF sudah mendapatkan license untuk memperbaiki pesawat yang bermerek dari USA. Nah oleh karenanya kita akan segera bangun dan kita akan kembangkan pada lahan-lahan yang sudah dimiliki dan ini akan kita lakukan dengan cepat," tambahnya.

Budi melanjutkan, Jokowi juga menginstruksikan agar tak hanya pesawat milik TNI saja yang melakukan perawatan di Bandara Kertajati, tapi juga instansi pemerintahan lainnya seperti Basarnas, Kemenhub hingga Kepolisian.

"Selain itu kita juga menginginkan MRO ini menjadi suatu MRO tidak saja untuk pemerintah tapi yang akan datang akan digunakan MRO untuk pesawat private yang selama ini melakukan perawatan di luar negeri," tambahnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menambahkan, dia telah melaporkan ke Jokowi bahwa ada pihak penerbangan internasional di Asia yang juga berminat untuk membuka MRO maskapainya di Bandara Kertajati. "Jadi Alhamdulillah satu frekuensi. Termasuk Bapak Presiden mengarahkan agar PTDI dan PT Pindad itu dipindahkan juga ke kawasan Aero City Kertajati. Sehingga kawasan PTDI dan PT Pindad di Bandung bisa diubah untuk bisnis yang relevan terhadap wilayah geografisnya yaitu pariwisata," tutur Ridwan Kamil.



Simak Video "Rencana Besar Bandara Kertajati: Punya Bengkel Pesawat-Cargo Village"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA