Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Apr 2021 21:17 WIB

TRAVEL NEWS

Pohon Ek Ratusan Tahun Jadi Bagian Notre Dame

CNN Indonesia
detikTravel
Penebangan pohon ek untuk Notre Dame
Foto: (AP Photo/Thibault Camus)
Paris -

Saat ini Prancis sedang membangun kembali Notre Dame yang 2019 terbakar. Ribuan pohon ek pun akan menggantikan puncak menara yang terbakar.

Jauh di bekas hutan kerajaan Bercé, di wilayah Loire Prancis, sebatang pohon berusia 230 tahun jatuh ke tanah dan membuat suara menggelegar. Ditanam sejak Revolusi Prancis, pohon ek setinggi sekitar 19 meter itu adalah salah satu dari banyak pohon serupa yang ditebang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun kembali Notre Dame.

Pohon itu pada akhirnya akan bergabung dengan 1.000 pohon ek lainnya yang digunakan untuk merekonstruksi kisi-kisi kayu atap dan menggantikan puncak menara yang tumbang akibat kobaran api yang menghancurkan bangunan Gotik hampir dua tahun lalu, pada April 2019.

"Kami tahu ini akhir dari sesuatu, tapi juga awal," kata Pauline Delord, penjaga hutan generasi ke-15 yang bertanggung jawab untuk melindungi dan mengelola hutan.

Rekannya, Claire Quinones, setuju. "Ini kehidupan kedua terbaik yang bisa kami berikan untuk pohon," katanya.

Penebangan pohon ek untuk Notre DamePenebangan pohon ek untuk Notre Dame Foto: (AP Photo/Thibault Camus)

Musim panas lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron membatalkan ide desain ulang kontemporer untuk menara Notre Dame setinggi 315 kaki. Awalnya ditambahkan oleh Eugene Viollet-le-Duc pada tahun 1859 sebelum memilih restorasi yang klasik.

Keputusan tersebut memulai perburuan selama berbulan-bulan untuk pohon-pohon ek yang sempurna untuk memenuhi tuntutan yang berat dari arsitek Philippe Villeneuve dan Remi Fromont, yang mengawasi proses rekonstruksi.

Musim dingin ini, drone digunakan untuk memindai hutan bersalju di dekat Le Mans untuk mencari delapan batang pertama yang akan digunakan untuk menopang puncak menara.

Drone, dengan bantuan citra 3D, digunakan untuk mencari pohon yang tanpa cacat. Pepohonan ramping di Bercé memiliki sedikit lekukan yang membuatnya ideal untuk puncak menara.

Penebangan pohon ek untuk Notre DamePenebangan pohon ek untuk Notre Dame Foto: (AP Photo/Thibault Camus)

Pohon yang dipilih akan ditebang sebelum akhir Maret dan dikeringkan selama 12 hingga 18 bulan untuk memastikan balok tidak menyusut atau bergerak begitu di tempatnya.

Menurut jenderal militer yang bertanggung jawab atas rekonstruksi Notre Dame, pohon-pohon ini ditanam di bawah pemerintahan Raja Louis XIV untuk menyediakan kayu guna membangun tiang kapal milik angkatan laut Prancis.

"Manusia yang hanya hidup maksimal 60, 70, 80, 100 tahun. Tapi pepohonan terus hidup," kata Jenderal Jean-Louis Georgelin.

"Kami mengakui kerendahan hati manusia di depan luasnya alam semesta."

Selain delapan pohon ek di Bercé, lebih banyak pohon telah disumbangkan dari lebih dari 200 hutan di seluruh negeri - empat penjuru Prancis akan terwakili di dalam katedral setelah pekerjaan pembangunan selesai.

Sebuah petisi yang ditujukan kepada menteri ekologi Prancis menyerukan penghentian penebangan pohon, tetapi kelompok kehutanan mengatakan jumlah pohon yang ditebang mewakili persentase kecil dari pohon ek yang dipanen setiap tahun di Prancis.

Notre Dame dijadwalkan untuk dibuka kembali pada tahun 2024, tetapi dengan penundaan yang terjadi tahun lalu karena pandemi Covid-19 dan dengan sejumlah besar debu timbal di situs tersebut menimbulkan risiko kontaminasi - banyak yang percaya tanggal yang ditetapkan oleh Macron tidak realistis.

Jenderal Georgelin, bagaimanapun, tetap bersikukuh. "Kami akan membuka kembali katedral Notre Dame pada 2024, tidak diragukan lagi," katanya seperti dilansir CNNIndonesia.com.



Simak Video "Kabar Baik! 'Emily in Paris' Season 2 Sudah Mulai Syuting"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA